ABSTRAK
Oleh : Eryka Dwiyani
Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis etnoliterasi
numerasi yang terintegrasi dengan pendekatan deep learning
dan critical thinking guna meningkatkan kemampuan literasi,
numerasi, serta berpikir kritis siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian
ini berangkat dari rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa, serta
terbatasnya implementasi pembelajaran kontekstual yang mengangkat nilai-nilai
budaya lokal. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi
tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek
penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Lestari, dengan instrumen yang
meliputi lembar validasi, angket respon guru dan siswa, wawancara, observasi,
serta tes hasil belajar.
Hasil
validasi para ahli menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berada pada
kategori sangat
valid (rata-rata
93%), mencakup kesesuaian antara tujuan, isi, penyajian, dan bahasa. Uji
kepraktisan melalui angket dan wawancara menunjukkan kategori praktis hingga sangat praktis (rata-rata 90%), yang tercermin dari
kemudahan penerapan, kejelasan langkah pembelajaran, serta relevansi dengan
konteks budaya lokal. Uji keefektifan melalui paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan
antara hasil pretest dan posttest (t = 15,52; p < 0,0001), dengan
nilai N-Gain rata-rata 0,94 yang termasuk dalam
kategori tinggi.
Dengan
demikian, perangkat pembelajaran berbasis etnoliterasi numerasi yang
dikembangkan terbukti valid,
praktis, dan efektif
dalam meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, serta berpikir kritis siswa
sekolah dasar. Produk ini direkomendasikan untuk diterapkan secara
berkelanjutan dalam pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal.
Kata
kunci:
etnoliterasi numerasi ,
deep learning , critical thinking ,
perangkat pembelajaran, sekolah dasar.