A Study on Juvenile Delinquency in the Digital Era at SMP Negeri 25 Surabaya
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat di era digital membuat masyarakat saling terhubung di suatu jaringan. Termasuk perubahan dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembiasaan literasi digital dikembangkan dan bentuk kenakalan di sekolah. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dari hasil penelitian pengembangan literasi digital di SMP Negeri 25 Surabaya. literasi digital sudah diperkenalkan dan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. perubahan di era digital memberikan dampak positif dan negatif (kenakalan remaja). hal ini dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Literasi digital yang dilaksanakan di SMP Negeri 25 Surabaya terhadap kenakalan peserta didik di sekolah sudah dilakukan dengan baik oleh pihak sekolah dengan pembiasaan pagi literasi bagi peserta serta sarana dan prasarana yang tersedia. Hal ini dapat terlihat melalui pembelajaran yang menggabungkan literasi digital sebagai sumber belajar peserta didik dan penunjang yang sekolah maupun peserta didik miliki.
Kata Kunci: Literasi Digital, Kenakalan Remaja, Peserta Didik
The rapid advancement of science and technology in the digital era makes people connected to each other on a network. Including changes in learning. This study aims to find out the habituation of digital literacy developed and the form of delinquency in schools. This study uses a qualitative method using data collection techniques with observation, interviews, and documentation. Data analysis using data reduction, data presentation, data presentation, and drawing conclusions from the results of research on digital literacy development at SMP Negeri 25 Surabaya. Digital literacy has been introduced and used in learning activities. Changes in the digital era have a positive and negative impact (juvenile delinquency). This is influenced by internal and external factors. The digital literacy carried out at SMP Negeri 25 Surabaya against student delinquency at school has been carried out well by the school with the habit of literacy for participants and the available facilities and infrastructure. This can be seen through learning that combines digital literacy as a learning resource for students and supports that schools and students have.
Keywords: Digital Literacy, Juvenile Delinquency, Students