STUDI CARUTHIAN TENTANG TRAUMA DAN MEMORI DALAM AFTERSUN KARYA CHARLOTTE WELLS (2022)
A CARUTHIAN STUDY OF TRAUMA AND MEMORY IN CHARLOTTE WELLS AFTERSUN (2022)
Penelitian ini menganalisis representasi trauma dan memori dalam film Aftersun (2022) karya Charlotte Wells dengan menggunakan teori trauma yang dikemukakan oleh Cathy Caruth. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu: (1) bagaimana trauma direpresentasikan melalui memori yang terfragmentasi milik Sophie dan (2) bagaimana trauma memengaruhi persepsi Sophie terhadap ayahnya, Calum. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikoanalitik yang berfokus pada konsep unclaimed experience, belatedness, dan repetition dari Caruth. Data penelitian diperoleh dari adegan, dialog, citra visual, sinematografi, serta struktur naratif yang terdapat dalam film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma dalam Aftersun (2022) direpresentasikan melalui memori yang terfragmentasi, temporalitas non-linear, motif visual yang berulang, keheningan, dan ambiguitas emosional. Memori Sophie berfungsi sebagai ingatan yang terpecah-pecah dan secara bertahap memperoleh makna emosional melalui proses reinterpretasi retrospektif. Penelitian ini juga menemukan bahwa film tersebut merepresentasikan konsep unclaimed experience melalui berbagai momen yang tidak sepenuhnya dipahami Sophie saat masih kecil, tetapi kemudian memperoleh makna emosional ketika ia dewasa. Selain itu, rangkaian adegan klub malam dan rekaman camcorder yang berulang merepresentasikan konsep belatedness dan repetition dengan menunjukkan bagaimana memori traumatis terus muncul kembali dalam bentuk yang belum terselesaikan. Analisis juga menunjukkan bahwa trauma memengaruhi cara Sophie memandang ayahnya, sehingga ia menafsirkan kembali pergulatan emosional Calum dari sudut pandang orang dewasa meskipun sebagian pengalaman batin ayahnya tetap tidak dapat dipahami sepenuhnya.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Aftersun (2022) merepresentasikan trauma bukan melalui penjelasan naratif yang eksplisit, melainkan melalui teknik sinematik seperti penyuntingan yang terfragmentasi, pengulangan visual, keheningan, dan temporalitas yang tidak stabil. Film ini menunjukkan bahwa trauma tetap menjadi pengalaman emosional yang belum terselesaikan dan terus memengaruhi memori serta persepsi seseorang jauh setelah pengalaman tersebut terjadi.
Kata Kunci: trauma, memori, Cathy Caruth, psikoanalisis, Aftersun, kajian film.
This study analyzes the representation of trauma and memory in Charlotte Wells' Aftersun (2022) through the perspective of Cathy Caruth's trauma theory. The research aims to answer two questions: (1) how trauma is represented through Sophie’s fragmented memories and (2) how trauma affects Sophie’s perception of her father, Calum. This study employs a qualitative descriptive method using a psychoanalytic approach, focusing on Caruth’s concepts of unclaimed experience, belatedness, and repetition. The data were collected from scenes, dialogues, visual imagery, cinematography, and narrative structures presented in the film.
The findings reveal that trauma in Aftersun (2022) is represented through fragmented memory, non-linear temporality, recurring visual motifs, silence, and emotional ambiguity. Sophie’s memories function as fragmented recollections that gradually acquire emotional significance through retrospective interpretation. The study also finds that the film embodies Caruth’s concept of unclaimed experience through moments that Sophie cannot fully understand during childhood but later recognizes as emotionally significant. Furthermore, the nightclub sequences and repeated camcorder footage illustrate belatedness and repetition by demonstrating how traumatic memories continually resurface in unresolved forms. The analysis also shows that trauma shapes Sophie’s perception of her father, leading her to reinterpret his emotional struggles from an adult perspective while still leaving aspects of his experience inaccessible.
In conclusion, Aftersun (2022) represents trauma not through explicit narrative exposition but through cinematic techniques such as fragmented editing, visual repetition, silence, and unstable temporality. The film demonstrates how trauma remains emotionally unresolved and continues to influence memory and perception long after the original experience has passed.
Keywords: trauma, memory, Cathy Caruth, psychoanalysis, Aftersun, film studies