LIMBAH KAIN UNTUK BERKARYA ZENTANGLE ART OLEH SISWA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SMA KHADIJAH SURABAYA
FABRIC WASTE FOR ZENTANGLE ART BY STUDENTS IN EXTRACURRICULAR ACTIVITIES AT SMA KHADIJAH SURABAYA
Upaya pengembangan kemampuan kreativitas peserta didik dapat dilihat dari pembelajaran seni rupa. Salah satunya adalah pembelajaran dengan latar belakang melakukan penciptaan karya dua dimensi dengan memanfaatkan limbah kain. Penelitian yang bermaksud mengeksplorasi potensi limbah kain sebagai medium kreatif, mencoba mengintegrasikan estetika seni dengan upaya pengelolaan limbah kain. Peneliti memilih topik limbah kain untuk berkarya zentangle art oleh siswa pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Khadijah Surabaya sebagai inovasi baru untuk mendorong kreativitas, kesadaran lingkungan dan kolaborasi dalam pendidikan seni. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses persiapan pembelajaran, proses berkarya, hasil karya, serta tanggapan guru ekstrakurikuler dan peserta didik terhadap kegiatan penelitian.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, angket dan dokumentasi penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data menggunakan triangulasi teknik terkait dengan data-data yang diperoleh dari ekstrakurikuler Khadijah art community.
Pada proses persiapan pembelajaran, peneliti membuat perangkat pembelajaran yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran berupa modul, media pembelajaran berupa powerpoint materi dan contoh karya zentangle art dari bahan limbah kain, serta mempersiapkan bahan dan alat untuk berkarya zentangle art dengan limbah kain.
Dalam pelaksanaannya, pada pertemuan pertama peneliti menjelaskan materi berkarya zentangle art dan memperlihatkan contoh karya untuk diamati oleh peserta didik, serta pembagian kelompok, diskusi mencari ide dan konsep karya. Pertemuan kedua, yaitu proses mengolah bahan limbah kain, serta mulai berkarya zentangle art. Pada pertemuan ketiga, melanjutkan berkarya zentangle art. Dan pada pertemuan keempat, dilanjutkan menyelesaikan karya zentangle art, pengisian angket dan wawancara dengan guru ekstrakurikuler Khadijah art community.
Penelitian ini menghasilkan 8 karya zentangle art oleh peserta didik. Terdapat empat kelompok yang memperoleh nilai kategori sangat baik dalam rentang nilai 90-100 dan empat kelompok yang memperoleh nilai kategori baik dalam rentang nilai 80-89. Maka persentase hasil penelitian sebanyak 50% kategori sangat baik dan 50% kategori baik.
Berdasarkan wawancara, respon dari guru ekstrakurikuler bahwa penggunaan limbah kain dapat meningkatkan keterampilan siswa. Sedangkan berdasarkan data angket, respon dari peserta didik adalah merasa senang dan terinspirasi untuk bereksperimen dengan hal baru.
Kata Kunci: Limbah Kain, Zentangle Art, Ekstrakurikuler, SMA Khadijah Surabaya.
Efforts to develop students' creativity skills can be seen in visual arts learning. One of them is learning the background of creating two-dimensional works by utilizing fabric waste. The research intends to explore the potential of fabric waste as a creative medium, trying to integrate art aesthetics with fabric waste management efforts. The researcher chose the topic of fabric waste to create zentangle art by students in extracurricular activities at SMA Khadijah Surabaya as an innovation to encourage creativity, environmental awareness, and collaboration in art education.
This research aims to find out and describe the learning preparation process, the creative process, the results of the work, as well as the responses of extracurricular teachers and students to research activities.
This research uses a qualitative descriptive method. The data collection techniques used were observation, interviews, questionnaires, and research documentation. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validation used triangulation techniques related to the data obtained from the extracurricular Khadijah art community.
In the learning preparation process, researchers make learning tools, namely lesson plans in the form of modules. Learning media in the form of power point material and examples of zentangle art from fabric waste, as well as preparing materials and tools for creating zentangle art with fabric waste.
In its implementation, at the first meeting, the researcher explained the learning material for creating zentangle art and showed examples of works to be observed by students, as well as the division of groups, and discussions to find ideas and concepts of work. The second meeting, namely the process of processing waste fabric materials, and starting to work on zentangle art. In the third meeting, continue working on zentangle art. And in the fourth meeting, continued to complete the work of zentangle art, filling out questionnaires and interviews with Khadijah's art community extracurricular teachers.
This research resulted in 8 zentangle artworks by students. Four groups obtained excellent category scores in the 90-100 score range and four groups got good category scores in the 80-89 score range. Then the percentage of research results is 50% excellent category and 50% good category.
Based on interviews, extracurricular teachers responded that using fabric waste could improve students' skills. Meanwhile based on questionnaire data, students responded that they feel happy and inspired to experiment with new things.
Keywords: Fabric Waste, Zentangle Art, Extracurricular, SMA Khadijah Surabaya.