Pelatihan sumber daya manusia
merupakan sebuah hal wajib yang harus dikerjakan oleh sebuah organisasi agar
mampu membuat organisasi tersebut bisa berjangka panjang. Sepeti halnya J&T
Express membuat sebuah pelatihan soft skill untuk mempersiapkan sumber
daya manusia yang unggul dan berdaya saing untuk mewujudkan perusahaan yang
sehat dan berkelanjutan. Sejak tahun 2017, J&T Express Jawa Timur telah
rutin menyelenggarakan pelatihan ini sebagai bentuk investasi strategis dalam
pengembangan supervisor, dengan pendekatan andragogi yang menekankan
pembelajaran berbasis pengalaman, simulasi situasi kerja, diskusi reflektif,
dan praktik langsung yang sesuai dengan konteks lapangan. Dengan
penyelenggaraan yang sudah berlangsung lama ini lah peneliti merasa perlu untuk
mendalami sejauh mana pengaruh pelatihan ini terhadap pengembangan keterampilan
pada sumber daya manusia yang dimiliki.
Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui sejauh mana pelatihan tersebut berkontribusi terhadap
peningkatan keterampilan komunikasi yang mencakup kejelasan penyampaian
informasi, kemampuan mendengarkan aktif, dan pemberian umpan balik konstruktif,
serta keterampilan kepemimpinan yang mencakup motivasi tim, pengambilan
keputusan, manajemen konflik, delegasi tugas, dan pembangunan kepercayaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan respinden 135 supervisor yang terdiri dari 114 Supervisor Droppoint
dan 21 Supervisor Back Office) sebagai partisipan yang telah mengikuti
pelatihan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket terstandar,
wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan metode
Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM–PLS). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan
keterampilan komunikasi dengan kontribusi sebesar 65,9% (R²=0,434), dan
terhadap keterampilan kepemimpinan sebesar 79,1% (R²=0,625). Temuan ini
menunjukkan bahwa pelatihan yang terstruktur dan berbasis pengalaman nyata
mampu mendorong perubahan perilaku komunikasi dan kepemimpinan yang lebih
efektif, memperkuat kapasitas supervisor dalam menghadapi berbagai tantangan
operasional, serta mendukung pengembangan profesional yang berkelanjutan.
Penelitian ini menegaskan pentingnya desain pelatihan berkelanjutan yang
mengintegrasikan pemahaman teoretis dengan praktik kontekstual. Implikasi
praktis dari penelitian ini adalah perlunya perusahaan mempertahankan program
pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik supervisor guna mencapai
efektivitas organisasi dan keunggulan layanan. Penelitian ini memberikan bukti
empiris bahwa model pelatihan berbasis andragogi dapat menjadi acuan strategis
dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor logistik.