PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEPENGURUSAN AKTA KEMATIAN DI KELURAHAN WONOKUSUMO
COMMUNITY PARTICIPATION IN THE MANAGEMENT OF DEATH CERTIFICATES IN WONOKUSUMO VILLAGE
Penelitian ini berfokus pada analisis secara mendalam mengenai partisipasi masyarakat dalam
kepengurusan Akta Kematian Di Kelurahan Wonokusumo. Meskipun kematian merupakan salah
satu peristiwa penting yang harus dicatat dan dilaporkan, masyarakat sering kali mengabaikan atau
bahkan tidak mengetahui pentingnya pengurusan akta kematian tersebut. Dari seluruh dokumen
kependudukan yang di terbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya,
akta kematian adalah dokumen yang paling sering diabaikan oleh sebagian masyarakat. Metode
penelitian yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus utama penelitian ini adalah
partisipasi masyarakat dalam kepengurusan Akta Kematian Di Kelurahan Wonokusumo dengan
menggunakan Model CLEAR yang dikembangkan oleh Lowndes, Pratchett & Stoker (2006) dalam
(Karianga Hendra, 2011), model ini meliputi 5 (lima) indikator utama, yaitu Can Do (mampu), Like
To (ingin), Enable To (berkesempatan), Asked To (diminta), Responded To (tanggapan). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat di Kelurahan Wonokusumo dalam
pengurusan akta kematian tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yang paling
menonjol adalah kurangnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan manfaat dari akta
kematian itu sendiri. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat, diharapkan mampu
menciptakan masyarakat yang tertib administrasi kependudukan. Adapun saran yang dapat
diberikan sebagai bahan rujukan untuk perbaikan kedepannya adalah dengan melakukan penguatan
pemahaman melalui sosialisasi secara berkala dan melakukan pendekatan secara menyeluruh
bersama dengan RT/RW dan kader untuk membantu masyarakat agar dapat memanfaatkan layanan
digital administrasi kependudukan serta pengoptimalan peran dan kompetensi ketua RT/RW dalam
bidang administrasi kependudukan.
This study focuses on an in-depth analysis of community participation in the management of Death
Certificates in Wonokusumo Village. Although death is one of the important events that must be
recorded and reported, the community often neglects or is unaware of the importance of managing
death certificates. Among all civil documents issued by the Department of Population and Civil
Registration of Surabaya City, the death certificate is the one most often overlooked by a portion
of the communiti. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach,
where data is collected through interviews, observations, and documentation. The main focus of
this research is community participation in the management of Death Certificates in Wonokusumo
Village using the CLEAR Model developed by Lowndes, Pratchett & Stoker (2006) dalam (Karianga Hendra, 2011), which includes five (5) main indicators: Can Do (ability), Like To (desire), Enable To (opportunity), Asked To (request), and Responded To (response). The results of the study show that community participation in Wonokusumo Village in the management of
death certificates is relatively low. This is due to several factors, the most prominent of which is
the lack of understanding of the community regarding the function and benefits of death certificates.
By increasing public understanding, it is expected to create a community that is orderly in
population administration. One suggestion that can be offered as a reference for future
improvements is to strengthen public understanding through regular outreach and to adopt a
comprehensive approach in collaboration with neighborhood heads (RT/RW) and community
cadres, in order to assist resident in utilizing digital civil administration services and the
enhancement of the roles and competencies of RT/RW leaders in managing population
administration affairs.6