Optimalisasi Usaha Kuliner Sate Ayam Berbasis Kearifan Lokal: Studi Empiris Gang Sate Jalan Lawu Ponorogo
Optimization of Chicken Satay Culinary Business Based on Local Wisdom: Empirical Study of Gang Sate Jalan Lawu Ponorogo
Sate ayam merupakan kuliner khas di Kabupaten Ponorogo, yang erat kaitannya dengan kearifan lokal daerah tersebut. Kabupaten Ponorogo memiliki beberapa pusat kuliner sate ayam, salah satunya adalah pusat kuliner di Gang Sate, Jalan Lawu, Kelurahan Nologaten, Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi usaha kuliner sate berbasis kearifan lokal, khususnya di kalangan masyarakat Gang Sate, Jalan Lawu Ponorogo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kuliner sate berkontribusi terhadap perekonomian lokal, terutama bagi masyarakat Gang Sate. Pendapatan yang dihasilkan sangat membantu ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja, sehingga dapat mengurangi kemiskinan bagi warga yang tidak memiliki modal untuk membuka usaha sendiri. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa usaha kuliner di Gang Sate terus berkembang berkat inovasi pemasaran digital dan pengakuan Sate Ayam Ponorogo sebagai makanan khas. Hal ini dianggap penting karena melibatkan unsur pelestarian tradisi atau kearifan lokal masyarakat Ponorogo, yang mendukung misi keberlanjutan dengan berfokus pada keseimbangan antara nilai sosial-budaya, lingkungan hidup, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Chicken satay is a culinary specialty in Ponorogo Regency, which is closely related to the local wisdom of the region. Ponorogo Regency has several chicken satay culinary centers, one of which is the culinary center at Gang Sate, Jalan Lawu, Nologaten Village, Ponorogo. This study aims to examine the optimization of local wisdom-based satay culinary businesses, especially among the Gang Sate community, Jalan Lawu Ponorogo. The method used is descriptive qualitative, with data consisting of primary and secondary data. Primary data were collected through observations and interviews, while secondary data were obtained from books and literature studies. The results showed that the satay culinary business contributes to the local economy, especially for the Gang Sate community. The income generated greatly helps the local economy and creates jobs, thus reducing poverty for residents who do not have the capital to open their own businesses. The research also shows that the culinary business in Gang Sate continues to grow thanks to digital marketing innovation and the recognition of Ponorogo Chicken Satay as a specialty food. This is considered important as it involves an element of preserving the tradition or local wisdom of the Ponorogo community, which supports the sustainability mission by focusing on the balance between socio-cultural values, the environment, and the economic growth of rural communities.