AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG TUMBUHAN ASHITABA (ANGELICA KEISKEI)
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF THE ETHANOL EXTRACT OF ASHITABA (Angelica keiskei)
Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan salah satu tanaman obat yang berasal dari jepang dan telah dibudidayakan di beberapa daerah di Indonesia. Tumbuhan ashitaba telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk diuretik, pencahar, analeptik, pelancar ASI, hipertensi, diabetes, kanker paru-paru, antibakteri, antiinflamasi dan antiinfluensa. Beberapa senyawa fenolik golongan flavonoid dan kumarin telah berhasil diisolasi dari daun dan kulit akar tumbuhan ashitaba. Kandungan kimia dan bioaktivitasnya dari bagian batang tumbuhan ashitaba belum banyak dilaporkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kandungan fitokimia serta menentukan aktivitas antioksidan ekstrak etanol batang tumbuhan ashitaba. Sampel yang berupa serbuk kering batang ashitaba, diekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Kandungan kimia dalam ekstrak etanol ditentukan menggunakan uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Aktivitas antioksidan dinyatakan dengan IC50 yang ditentukan menggunakan analisis regresi linier hubungan antara konsentrasi larutan sampel dengan persentase peredaman absorban DPPH. Dari hasil ekstraksi batang ashitaba menggunakan pelarut etanol diperoleh ekstrak padat berwarna hijau kecoklatan sebanyak 42,91 gram (8,58%). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang ashitaba positif mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, saponin, flavonoid, fenolik, triterpenoid, steroid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol batang ashitaba menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 191,447 ppm dan termasuk kategori sedang. Dengan demikian ekstrak etanol batang tumbuhan ashitama memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan antioksidan alami.
Ashitaba (Angelica keiskei) is a medicinal plant from Japan and has been cultivated in several regions in Indonesia. Ashitaba plant has been widely used as a traditional medicine for diuretics, laxatives, analeptics, breast milk enhancer, hypertension, diabetes, lung cancer, antibacterial, anti-inflammatory and anti-influenza. Several phenolic compounds in the flavonoid and coumarin groups have been isolated from the leaves and root bark of the ashitaba plant. The chemical content and bioactivity of the stem of the ashitaba plant have not been widely reported. This research was conducted with the aim of knowing the phytochemical content and determining the antioxidant activity of the ethanol extract of the stem of the ashitaba plant. Samples in the form of ashitaba stem dry powder were extracted using the maceration method using ethanol as a solvent. The chemical content in ethanol extract was determined using phytochemical tests and antioxidant activity tests were carried out using the DPPH method. Antioxidant activity was expressed by IC50 which was determined using linear regression analysis of the relationship between the concentration of the sample solution and the absorbance percentage of DPPH. From the extraction of ashitaba stems using ethanol as a solvent, 42.91 grams (8.58%) of brownish green color were obtained. Phytochemical tests showed that the ethanol extract of ashitaba stems was positive for secondary metabolites of alkaloids, saponins, flavonoids, phenolics, triterpenoids, steroids, and tannins. The results of the antioxidant activity test of the ashitaba stem ethanol extract showed that the extract had antioxidant activity with an IC50 value of 191.447 ppm and was in the moderate category. Thus the ethanol extract of the ashitama plant stem has the potential to be developed as a natural antioxidant.