Kondisi tanah lunak dengan daya dukung rendah menjadi tantangan dalam
perencanaan fondasi bangunan bertingkat karena berpotensi menyebabkan penurunan
berlebih dan ketidakstabilan struktur. Penggunaan tiang pancang menjadi solusi
umum untuk memindahkan beban ke lapisan tanah yang lebih keras. Pada proyek
Tower 3 CWI-01 ITS di Surabaya digunakan spun pile diameter 60 cm sebagai
fondasi, serta dilakukan uji Pile Driving Analyzer (PDA) untuk mengetahui
kapasitas aktual di lapangan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa tiang pancang diameter
60 cm melalui simulasi numerik menggunakan Plaxis 3D, serta membandingkannya
dengan diameter 50 cm dan 40 cm dari segi daya dukung ultimate, penurunan, dan
kebutuhan jumlah tiang untuk menahan beban rencana 1966,35 ton. Hasil
menunjukkan diameter 60 cm memerlukan 10 tiang dengan daya dukung total 2.333
ton dan penurunan 33,6 mm. Diameter 50 cm memerlukan 12 tiang (2.318,4 ton,
penurunan 31,9 mm), dan diameter 40 cm memerlukan 15 tiang (2.283 ton,
penurunan 28,7 mm). Nilai optimal presentase tertinggi sebesar 86,1% dicapai
oleh diameter 40 cm.
Dengan demikian, diameter 40 cm dengan 15 tiang direkomendasikan
sebagai desain fondasi paling optimal karena menghasilkan daya dukung memadai,
penurunan lebih kecil, dan efisiensi mendekati target perencanaan.
Kata kunci: Tiang Pancang, Tanah Lunak, Plaxis 3D