PENGEMBANGAN SPOT WELDING 25A SEBAGAI PENUNJANG SARANA PRAKTIKUM DI PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
DEVELOPMENT OF SPOT WELDING 25A AS A SUPPORTING PRACTICUM FACILITY IN THE APPLIED MECHANICAL ENGINEERING UNDERGRADUATE STUDY PROGRAM AT SURABAYA STATE UNIVERSITY.
Data jumlah kendaraan mobil penumpang di Indonesia pada tahun 2021 sudah mencapai 16.903.094 unit, data tersebut diimbangi dengan kasus kecelakaan lalu lintas darat di Indonesia mencapai 103.645 kasus. Tingginya angka pengguna kendaraan bermotor diimbangi dengan tingginya angka kecelakaan antara pengendara maupun saling bergesekan yang dapat menyebabkan kerusakan pada cat dan bodi kendaraan. Alat ini bertujuan sebagai solusinya perbaikan bodi kendaraan yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan atau lecet bekas pemakaian harian kebentuk yang hampir menyerupai kondisi awal namun dengan kualitas yang lebih rendah.
Metode yang digunakan dalam body repair adalah pengelasan titik atau spot welding oleh sebab itu diciptakan alat spot welding 25A untuk perbaikan bodi kendaraan yang rusak. Dengan dibekali kuat arus 25A dan tegangan 9v, maka alat ini mampu melakukan pengelasan titik dengan durasi yang cepat dalam proses body repair.
Dalam percobaan modifikasi trafo bekas mikrowave, dengan mengubah lilitan sekunder menggunakan kawat Email EIW berdiameter 2,7 mm, diperoleh voltase sebesar 9 volt dan kuat arus sebesar 25A. Selanjutnya, dilakukan percobaan dent pulling menggunakan tiga jenis material, yaitu besi, aluminium, dan tembaga, pada plat besi dengan tebal 0,6 mm, dengan menggunakan tegangan 9 volt, kuat arus 25A, dan waktu selama 6 detik. Namun, dalam percobaan tersebut, dent pulling dengan menggunakan material aluminium tidak dapat menempel dengan tegangan, kuat arus, dan waktu yang sama dikarenakan memiliki titik lebur lebih rendah dibanding 2 material lainnya yaitu sebesar 660°C. Sehingga material dent pulling yang terbaik dalam pengujian fungsi alat spot welding 25A adalah material tembaga dengan nilai titik lebur sebesar 1.085 °C dikarenakan bisa menempel dan dilepaskan dengan mudah.
Data on the number of passenger car vehicles in Indonesia in 2021 has reached 16,903,094 units, this data is balanced by cases of land traffic accidents in Indonesia reaching 103,645 cases. The high number of motorized vehicle users is balanced by the high number of accidents between drivers and rubbing against each other which can cause damage to the paint and body of the vehicle. This tool aims as a solution to repair vehicle bodies that have been damaged by accidents or scuffs from daily use to a form that almost resembles the initial condition but with lower quality.
The method used in body repair is spot welding, therefore a 25A spot welding tool was created to repair damaged vehicle bodies. Equipped with a current strength of 25A and a voltage of 9v, this tool is able to perform spot welding with a fast duration in the body repair process.
In the modification experiment of the former microwave transformer, by changing the secondary winding using EIW Email wire with a diameter of 2.7 mm, a voltage of 9 volts and a current strength of 25A were obtained. Furthermore, dent pulling experiments were conducted using three types of materials, namely iron, aluminum, and copper, on an iron plate with a thickness of 0.6 mm, using a voltage of 9 volts, a current strength of 25A, and a time of 6 seconds. However, in the experiment, dent pulling using aluminum material could not stick with the same voltage, current strength, and time because it has a lower melting point than the other two materials, which is 660°C. So that the best dent pulling material in testing the function of the 25A spot welding tool is copper material with a melting point value of 1,085 ° C because it can stick and release easily.