PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT PASCA ADANYA WANAWISATA BERNAH DE VALLEI DI DESA KEMBANG BELOR PACET MOJOKERTO
SOCIAL CHANGES IN THE COMMUNITY AFTER THE ESTABLISHMENT OF WANAWISATA BERNAH DE VALLEI IN KEMBANG BELOR
Penelitian ini membahas perubahan sosial masyarakat pasca hadirnya Wanawisata Bernah De Vallei di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kehadiran destinasi wisata ini memicu transformasi sosial yang memengaruhi pola perilaku, interaksi sosial, serta struktur ekonomi masyarakat. Sebelum adanya wisata, warga sebagian besar bekerja sebagai petani dengan aktivitas sosial yang cenderung terbatas. Setelah Bernah De Vallei berkembang, terjadi pergeseran mata pencaharian menuju sektor jasa wisata, muncul usaha baru, dan meningkatnya partisipasi warga dalam organisasi desa seperti Karang Taruna dan Pokdarwis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap warga, pengelola wisata, dan pelaku usaha lokal. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk perubahan utama: (1) perubahan pola perilaku dan nilai sosial yang ditandai dengan meningkatnya keterbukaan, adaptasi, dan gotong royong; (2) perubahan hubungan sosial melalui perluasan jaringan ekonomi serta interaksi yang lebih dinamis antarwarga dan wisatawan; dan (3) perubahan struktur sosial berupa diversifikasi mata pencaharian dan meningkatnya pendapatan sebagian masyarakat. Selain membawa dampak positif, perubahan ini juga memunculkan tantangan seperti ketimpangan akses ekonomi dan potensi pergeseran nilai tradisional. Penelitian ini memberi kontribusi pada kajian sosiologi perubahan sosial dan menawarkan rekomendasi bagi pengembangan wisata berbasis masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
This study examines the social changes that occurred in the community after the establishment of Wanawisata Bernah De Vallei in Kembangbelor Village, Pacet District, Mojokerto Regency. The presence of this tourism destination has triggered social transformations that influence community behavior, social interaction, and the local economic structure. Prior to the development of the tourist site, most residents worked as farmers with limited social engagement. Following the growth of Bernah De Vallei, there has been a shift in livelihoods toward tourism-related services, the emergence of new local businesses, and increased community participation in village organizations such as Karang Taruna and Pokdarwis. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving local residents, tourism managers, and small business actors. The findings reveal three major forms of change: (1) changes in behavioral patterns and social values marked by increased openness, adaptation, and communal cooperation; (2) changes in social relations through expanded economic networks and more dynamic interactions between residents and tourists; and (3) structural changes reflected in livelihood diversification and rising income for some community members. In addition to these positive impacts, this transformation also presents challenges, including unequal access to economic opportunities and the potential shift in traditional values. This study contributes to the sociological discourse on social change and offers recommendations for the development of more inclusive and sustainable community-based tourism.