HIPEREALITAS DALAM KONSUMSI TANDA PADA PENGGUNA FASHION BERTEMA GANJA di SURABAYA
ABSTRAK
Konsumsi adalah upaya untuk menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa, perilaku konsumsi ini sudah dilakukan dalam setiap perkembangan masyarakat dari masyarakat pra sejarah hingga pada masyarakat modern saat ini. Tindakan konsumsi yang pada awalnya hanya untuk pemenuhan kebutuhan sekarang pada era modern, tindakan konsumsi menjadi sebuah nilai tanda yang merepresentasikan status sosial dan gaya serta identitas sosisal, melaui merk dan brand busana yang digunakan. Pergeseran dalam pola konsumsi terjadi diakibatkan dengana adanya faktor sosial berupa pendapatan, status sosial dan pengaruh media. Melalui pendekatan teoritis hiperealitas dimana fenomena antara batasan-batasan realitas dan representasi semakin kabur akibat pengaruh teknologi.media sosial memberikan dampak baik dalam penyaluran informasi hingga menjadi pembentukan pola konsumsi melalui akses-akses yang memudahkan untuk melakukan pembelian secara online.penelitian ini mrnggunakan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan prespektif terori hiperelitas Jean Baudrillard. Teknik analisis data menggunakan konsep Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menggunakan fashion busana bertemakan desain ganja sebagai kebebasan berekpresi serta dapat mendorong dialog, dan perubahan presepsi tehadap ganja.
Kata kunci : Hipeerealitas, media sosial, pola konsumsi, busana, ganja.
ABSTRACT
Consumption is the effort to utilize the utility value of a product or service, and this consumption behavior has been practiced in every stage of societal development, from prehistoric communities to modern society. What started as a means of fulfilling basic needs has evolved into a symbol of social status, style, and social identity through the use of fashion brands and clothing. Shifts in consumption patterns are influenced by social factors such as income, social status, and media influence. Through the theoretical approach of hyperreality, where the boundaries between reality and representation become increasingly blurred due to the impact of technology, social media has played a significant role in information dissemination and shaping consumption patterns through convenient online purchasing channels. This study adopts a qualitative research method with a hyperreality perspective rooted in Jean Baudrillard's theory. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman framework. The findings of this research indicate that the use of fashion items with cannabisthemed designs allows for freedom of expression, stimulates dialogue, and can contribute to changing perceptions of cannabis.
Keywords: Hyperreality, social media, consumption patterns, fashion, cannabis.