Perbedaan Minat Membaca Anak Usia Dini Berdasarkan Media Berbasis Teknologi
Differences in Reading Interest of Early Childhood Based on Technology-Based Media
Penelitian kuantitatif dengan desain komparatif ex post facto ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan minat membaca anak usia dini berdasarkan penggunaan media berbasis teknologi (aplikasi pembelajaran interaktif, video animasi, dan e-book) di Preschool At Taqwa 1. Sampel penelitian berjumlah 45 anak kelompok TK B (usia 5–6 tahun) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, di mana kelompok anak yang sama dinilai untuk ketiga jenis media tersebut. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner tertutup yang diisi oleh orang tua berdasarkan pengamatan enam dimensi minat membaca anak. Karena uji prasyarat Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal, analisis pengujian hipotesis dilakukan menggunakan teknik statistik non-parametrik uji Kruskal-Wallis dan diperdalam melalui uji lanjut Post Hoc Pairwise Comparisons dengan koreksi Bonferroni. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan terdapat perbedaan minat membaca anak yang signifikan berdasarkan media berbasis teknologi dengan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,002 (p < 0,05). Uji lanjut mengungkap bahwa kelompok video animasi dan aplikasi pembelajaran interaktif secara signifikan jauh lebih efektif dalam memicu minat membaca anak dibandingkan dengan media e-book (nilai Adj. Sig. masing-masing sebesar 0,002 dan 0,017). Sementara itu, komparasi antara aplikasi pembelajaran interaktif dan video animasi secara statistik tidak menunjukkan perbedaan signifikan (nilai Adj. Sig. sebesar 1,000), mengindikasikan bahwa kedua media berbasis teknologi dinamis tersebut memiliki tingkat efektivitas yang setara. Video animasi terbukti unggul pada dimensi kesenangan dan konsistensi perilaku, sedangkan aplikasi pembelajaran interaktif dominan pada dimensi nilai membaca. Sebaliknya, e-book mencatatkan skor terendah karena karakteristiknya yang statis sehingga memicu kejenuhan visual anak. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi teknologi media berbasis teknologi yang dinamis dan multi-sensorik jauh lebih superior dalam membangun fondasi minat membaca yang otonom pada anak usia dini.
This quantitative study with an ex post facto comparative design aims to identify the differences in early childhood reading interest based on the use of technology-based media (interactive learning applications, animated videos, and e-books) at Preschool At Taqwa 1. The research sample consisted of 45 children from the TK B group (aged 5–6 years) selected via purposive sampling, where the same group of children was evaluated across all three media formats. Data were collected using closed questionnaires completed by parents to observe six dimensions of children's reading interest. Due to the non-normal distribution of data indicated by the Shapiro-Wilk prerequisite test, the hypothesis testing was conducted using the non-parametric Kruskal-Wallis test and further analyzed via Post Hoc Pairwise Comparisons with Bonferroni correction. The Kruskal-Wallis test results revealed a statistically significant difference in children's reading interest based on technology-based media, with an Asymp. Sig. value of 0.002 (p < 0.05). The post hoc analysis showed that animated videos and interactive learning applications were significantly more effective in triggering reading interest compared to e-books (with Adj. Sig. values of 0.002 and 0.017, respectively). Meanwhile, the comparison between interactive applications and animated videos showed no statistically significant difference (Adj. Sig. value of 1.000), indicating equivalent effectiveness. Animated videos excelled in the enjoyment and task persistence dimensions, while interactive learning applications were superior in the value of reading dimension. Conversely, e-books recorded the lowest scores as their static characteristics induced visual fatigue and boredom. In conclusion, the integration of dynamic, multi-sensory technology based media is far superior to static digital media in fostering an autonomous and sustainable reading interest in early childhood.