MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSA KATA MELALUI KEGIATAN TEPUK POLA BERGAMBAR TEMA TANAMAN ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PPT RAJAWALI
IMPROVING VOCABULARY SKILLS THROUGH ILLUSTRATED CLAPPING PATTERNS ON THE THEME OF PLANTS FOR CHILDREN AGED 3–4 YEARS AT PPT RAJAWALI
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kosa kata anak usia 3-4 tahun melalui kegiatan tepuk pola bergambar bertema tanaman di PPT Rajawali Surabaya. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berbahasa anak, khususnya dalam menyimak dan berbicara, berdasarkan hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa hanya 6 dari 20 anak (30%) yang mampu menjawab pertanyaan sederhana tentang dirinya. Permasalahan ini mendorong peneliti untuk menggunakan metode tepuk pola bergambar sebagai strategi pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus I, kegiatan tepuk pola bergambar diperkenalkan dengan kata-kata bergambar sederhana bersuku kata satu dan dua. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak yang mampu menyebutkan kosa kata dengan benar, yaitu meningkat menjadi 11 anak (55%). Pada siklus II, pola tepuk dikembangkan menjadi lebih kompleks dengan penggabungan beberapa kata bergambar serta penguatan dalam bentuk permainan kelompok. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu 17 anak (85%) mampu menyebutkan kosa kata dengan jelas, aktif, dan tepat.
Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas guru dan anak, wawancara, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegiatan tepuk pola bergambar secara konsisten mampu meningkatkan keterlibatan anak, memotivasi mereka untuk belajar kosa kata baru, serta memperbaiki kualitas interaksi verbal dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga memfasilitasi anak melalui stimulasi auditori, visual, dan kinestetik secara terpadu.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode tepuk pola bergambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kosa kata anak usia dini. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru PAUD untuk mengembangkan strategi pembelajaran bahasa yang inovatif dan menyenangkan sesuai perkembangan anak.
This study aims to improve the vocabulary skills of 3–4-year-old children through illustrated clapping pattern activities on the theme of plants at PPT Rajawali Surabaya. The background of this research is the low language skills of children, particularly in listening and speaking, as indicated by preliminary observations showing that only 6 out of 20 children (30%) were able to answer simple questions about themselves. This issue prompted the researcher to use illustrated clapping pattern methods as a fun, interactive learning strategy suited to the developmental characteristics of early childhood.
The research applied a Classroom Action Research (CAR) approach conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. In Cycle I, the illustrated clapping activity was introduced with simple one- and two-syllable picture words. The results showed an increase in the number of children able to correctly mention vocabulary words, rising to 11 children (55%). In Cycle II, the clapping patterns were developed into more complex forms, combining several illustrated words and incorporating reinforcement through group games. The outcome showed a significant improvement, with 17 children (85%) able to mention vocabulary words clearly, actively, and accurately.
Data were collected through observation of teacher and child activities, interviews, and documentation. The analysis was conducted both qualitatively and quantitatively using descriptive methods. The results showed that the illustrated clapping pattern activity consistently increased children's engagement, motivated them to learn new vocabulary, and improved the quality of verbal interactions in the learning process. This activity also provided integrated auditory, visual, and kinesthetic stimulation.