SONKEIGO PADA ANIME KARASU WA ARUJI WO ERABANAI「烏は主を選ばない」EPISODE 1-12 KARYA CHISATO ABE
SONKEIGO IN THE ANIME KARASU WA ARUJI WO ERABANAI 「烏は主を選ばない」EPISODES 1-12 BY CHISATO ABE
Kata kunci: Keigo, Sonkeigo, Faktor Sosial, Status Sosial, Anime
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor yang memengaruhi penggunaan sonkeigo (bahasa hormat) dalam anime Karasu wa Aruji wo Erabanai dari episode 1 hingga 12. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kompleksitas sistem kesantunan bahasa Jepang yang tercermin dalam penggunaan keigo, serta kesulitan yang kerap dialami penutur dalam menggunakannya secara tepat sesuai konteks. Anime Karasu wa Aruji wo Erabanai dipilih sebagai sumber data karena berlatar kerajaan dengan struktur sosial yang kuat dan interaksi yang kental dengan norma kesopanan.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap dengan mengobservasi dialog dalam anime tersebut. Data kemudian dianalisis berdasarkan bentuk sonkeigo dan faktor sosial yang memengaruhinya.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 43 data sonkeigo yang terbagi dalam beberapa kategori bentuk. Kategori verba khusus sonkeigo menjadi bentuk yang paling dominan dengan 18 data, meliputi: kudasaru (くださる) sebanyak 5 data, irassharu (い らっしゃる) 1 data, oide ni naru (おいでになる) 3 data, gozonji (ご 存じ) 3 data, nasaru (なさる) 2 data, goran ni naru (ご覧になる) 2 data, dan meshiagaru (召し上がる) 2 data. Bentuk lain yang ditemukan adalah ~ (ra)reru sebanyak 9 data, o/go ~ ni naru sebanyak 11 data, dan o/go ~ kudasai sebanyak 5 data. Faktor sosial utama yang memengaruhi penggunaan sonkeigo adalah status sosial dengan 31 data dan hubungan sosial dengan 12 data.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan sonkeigo dalam anime Karasu wa Aruji wo Erabanai sangat dipengaruhi oleh faktor sosial berupa status dan relasi antar individu. Hal ini mencerminkan prinsip kesantunan dalam bahasa Jepang yang menekankan tata krama, penghormatan, dan hierarki sosial dalam komunikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman penggunaan keigo dalam konteks media populer Jepang.
Keywords: Keigo, Sonkeigo, Social Factors, Social Status, Anime
This research aims to analyze the forms and factors influencing the use of sonkeigo (honorific language) in the anime Karasu wa Aruji wo Erabanai from episodes 1 to 12. The background of this research is based on the complexity of the Japanese politeness system reflected in the use of keigo, as well as the difficulties often experienced by speakers in using it appropriately according to context. The anime Karasu wa Aruji wo Erabanai was chosen as the data source because it is set in a kingdom with a strong social structure and interactions between characters that are rich with norms of politeness.
This research uses a qualitative descriptive method. Data were collected through non-participatory observation techniques by observing dialogues in the anime. The data were then analyzed based on the forms of sonkeigo and the social factors that influence them.
The research results show that there are 43 sonkeigo data divided into several form categories. The special sonkeigo verb category became the most dominant form with 18 data, including: kudasaru (くださる) with 5 data, irassharu (いらっしゃる) 1 data, oide ni naru (おいでになる) 3 data, gozonji (ご存じ) 3 data, nasaru (なさる) 2 data, goran ni naru (ご覧になる) 2 data, and meshiagaru (召し上がる) 2 data. Other forms found were ~ (ra)reru with 9 data, o/go ~ ni naru with 11 data, and o/go ~ kudasai with 5 data. The main social factors influencing the use of sonkeigo are social status with 31 data and social relationships with 12 data.
This research concludes that the use of sonkeigo in the anime Karasu wa Aruji wo Erabanai is greatly influenced by social factors in the form of status and relationships between characters. This reflects the principles of politeness in Japanese that emphasize etiquette, respect, and social hierarchy in communication. This research contributes to the understanding of keigo usage in the context of Japanese popular media.