KARAKTERISTIK TUBUH DALAM PEMBAGIAN ADEGAN KESENIAN JARANAN PADA KARYA TARI BODY OF EVOLUTION MELALUI TARI DRAMATIK
Nama : Ari Chandra Pamungkas
NIM : 19020134043
Program Studi : S1 Pendidikan Sendratasik
Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Dra. Jajuk Dwi Sasanadjati, M.Hum
Tahun : 2025
Karya tari Body of evolution merupakan karya yang terinspirasi dari pengalaman empiris dari koreografer itu sendiri sebagai pelaku dalam kesenian jaranan. Fenomena yang diambil adalah pembagian struktur adegan di dalam kesenian jaranan atau biasa disebut“ajon” yang terdiri dari tiga bagian yaitu kiprahan, budhalan dan perangan, koreografer kemudian menganalogikan kedalam konsep evolusi tubuh manusia yang menciptakan 3 karakteristik masa dan terdiri dari 3 masa yaitu anak, remaja dan dewasa. Koreografer beranggapan bahwa kedua konsep ini merupakan satu kesatuan yang linier. Berdasarakan hal tersebut, koreografer tertarik untuk meweujudkannya ke dalam sebuah karya tari dramatik. Karya tari Body of Evolution terdapat dua fokus karya yaitu fokus isi tentang mengungkap karakteristik ketubuhan yang terdapat pada struktur pembagian dalam kesenian jaranan. Fokus bentuk yang disajikan dalam karya tari ini menggunakan tipe dramatik.
Penciptaan karya tari Body of Evolution ini tidak terlepas dari karya-karya terdahulu yang relevan sebagai referensi, yaitu karya tari Tubuh Tembok oleh Nanda Cahya Ardianto pada karya tugas akhir Universitas Negeri Surabaya tahun 2020 dan karya tari Ngalap pada karya tugas akhir Universitas Negeri Surabaya tahun 2021. Beberapa teori yang digunakan sebagai acuan dalam proses penciptaan karya tari ini, yakni teori koreografi oleh Sal murgiyanto, teori evolusi oleh Lasker, teori metode konstruksi 1 oleh Jacqueline Smith. Penciptaan karya tari’ Body of Evolution” menggunakan pendekatan metode konstruksi 1 oleh Jacqueline Smith dengan melalui berbagai tahapan, yaitu dari rangsang awal, tipe tari, mode penyajian, improvisasi, evaluasi, seleksi atau penghalusan, dan motif. Selain proses penciptaan karya ini juga meliputi beberapa unsur pendukung seperti tata rias dan busana, tata dekorasi panggung, penataan lighting dan juga iringan tari.
Konsep kekaryaan yang mengusung tema evolusi pada karya tari Body of Evolution menggunakan desain dramatik kerucut ganda milik Jacqueline smith yang dibagi dalam 5 bagian yaitu Introduksi, adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan ending. Teknik dan gaya yang diterapkan merupakan hasil eksplorasi dari olah tubuh para penari tanpa meninggalkan unsur tradisi dan konsep dari narasi yang ingin disampaikan oleh koreografer. Isi yang ditawarkan dalam karya tari ini merupakan simbol penyampaian pesan kepada masyarakat umum bahwa seni tradisi merupakan suatu hal yang menarik apabila dikemas dan dikembangkan menggunakan inovasi dan bentuk baru yang disusun menjadi sebuah karya tari. Karya tari Body of Evolution merupakan sebuah karya yang mengusung tema evolusi dengan mengangkat konsep perubahan karakteristik ketubuhan yang terdapat pada struktur pembagian adegan dalam kesenian jaranan. Koreografer menarik konsep tersebut untuk menggugah para seniman tradisi bahwa seni tradisi mampu bersaing dengan menggunakan inovasi dan bentuk baru sehingga tidak terkesan monoton dan ketinggalan zaman.
Kata kunci: Tubuh, Jaranan, Body of Evolution, Tari Dramatik
BODY CHARACTERISTICS IN THE SCENE STRUCTURE OF JARANAN PERFORMANCE IN THE DANCE WORK BODY OF EVOLUTION THROUGH DRAMATIC DANCE
Name : Ari Chandra Pamungkas
Study Program : S1 Sendratasik Education
Faculty : Language and arts
Name of Institution : Surabaya State UniversityAdvisor : Dra. Jajuk Dwi Sasanadjati, M.Hum
Year : 2024
The dance work Body of Evolution is inspired by the choreographer personal empirical experience as a performer in the traditional Javanese art form jaranan. The phenomenon explored is the scene structure division in jaranan, also known as ajon, which consists of three parts: kiprahan prelude, budhalan procession, and perangan battle. The choreographer analogizes this to the concept of human body evolution across three life stages: childhood, adolescence, and adulthood. The choreographer considers both concepts to be a linear unity. Based on this notion, the choreographer was inspired to realize it into a dramatic dance piece. The Body of Evolution dance work has two primary focuses: content and form. The content focus is to reveal bodily characteristics reflected in the structure of jaranan. The form of the dance utilizes a dramatic type of presentation. This creation also draws from relevant previous works as references, such as Tubuh Tembok by Nanda Cahya Ardianto Final Project, Universitas Negeri Surabaya, 2020 and Ngalap Final Project, Universitas Negeri Surabaya, 2021. Several theories guided the choreographic process, including choreography theory by Sal Murgiyanto, evolution theory by Lasker, and Construction Method 1 by Jacqueline Smith.
The creation process of Body of Evolution applied Jacqueline Smiths Construction Method 1, which includes several stages: initial stimulation, dance type, presentation mode, improvisation, evaluation, selection or refinement, and motif. The creation also includes supporting elements such as makeup and costume design, stage decoration, lighting arrangement, and musical accompaniment.
The artistic concept of Body of Evolution, which embraces the theme of evolution, applies Jacqueline Smiths double-cone dramatic structure, divided into five parts: Introduction, Scene 1, Scene 2, Scene 3, and Ending. The techniques and styles used are the result of body exploration by the dancers without abandoning traditional elements and the narrative concept intended by the choreographer. The work offers a symbolic message to the public that traditional art can be compelling when packaged and developed with innovation and new forms. Body of Evolution carries the theme of evolution by highlighting changes in bodily characteristics found in the structural division of scenes in jaranan. The choreographer uses this concept to inspire traditional artists, showing that traditional arts can be competitive when revitalized with innovation and modern formats, thus avoiding monotony and obsolescence.
Keywords: Body, Jaranan, Body of Evolution, Dramatic Dance.