Relasi Kekerabatan Bahasa Siri Sori dengan Bahasa Wandan: Kajian Linguistik Historis Komparatif
The Relationship between the Siri Sori Language and the Wandan Language: A Comparative Historical Linguistic Study
Indonesia memiliki keberagaman bahasa daerah yang belum banyak diteliti terutama bahasa daerah wilayah Timur Indonesia. Penelitian ini mengkaji status kekerabatan antara bahasa Siri Sori dengan bahasa Wandan menggunakan teori linguistik historis komparatif. Hal ini mengacu pada lokasi persebaran bahasa yang cukup dekat, yaitu pada satu provinsi yang sama. Bahasa Wandan dan Siri Sori tergolong bahasa rumpun Austronesia yang berasal dari nenek moyang yang sama, sehingga memiliki kesamaan wujud dan bentuk yang menunjukkan kekerabatan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan pasangan kognat dan status kekerabatan bahasa Siri Sori dengan bahasa Wandan serta menentukan waktu pisah dari kedua bahasa tersebut. Untuk memperoleh tujuan penelitian, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode cakap dan simak. Sementara teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik cakap semuka, teknik pancing (elisitasi), teknik rekam, dan teknik catat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa human instrument, 200 kosakata daftar tanya Swadesh, dan alat peraga berupa gambar atau benda. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik leksikostatistik untuk menentukan status kekerabatan dan waktu pisah kedua bahasa. Penelitian ini menghasilkan temuan pasangan kognat kedua bahasa berupa 5 pasangan identik dan 27 pasangan kata yang berkorespondensi fonetis. Status kekerabatan kedua bahasa diperoleh persentase sebesar 16% dan masuk dalam rumpun bahasa Austronesia (family of a stok). Kedua bahasa berpisah dari bahasa proto diperkirakan terjadi sekitar 2.534 sampai 1.864 tahun sebelum Masehi (dihitung dari tahun 2025). Waktu pisah tersebut terjadi ditarik mulai dari rumpun bahasa Austronesia, Melayu Polinesia, Polinesia Melayu Timur Tengah, Maluku Tengah, Timur, baru kemudian bahasa Wandan dan Siri Sori.
Indonesia has a diversity of regional languages that have not been widely studied, especially regional languages in Eastern Indonesia. This study examines the kinship status between Siri Sori and Wandan languages using comparative historical linguistics theory. This refers to the location of the distribution of languages that are quite close, namely in the same province. Wandan and Siri Sori are classified as Austronesian languages that originate from the same ancestors, so they have similarities in form and shape that indicate kinship. This study aims to produce pairs of cognates and the kinship status of Siri Sori and Wandan languages and determine the separation time of the two languages. To achieve the research objectives, the data collection methods used in this study are the conversation and listening methods. Meanwhile, the data collection techniques in this study are face-to-face conversation techniques, elicitation techniques, recording techniques, and note-taking techniques. The data collection instruments used were human instruments, 200 Swadesh questionnaire vocabulary, and teaching aids in the form of pictures or objects. The data analysis of this study used lexicostatistics techniques to determine the kinship status and separation time of the two languages. This study resulted in the discovery of cognate pairs of both languages in the form of 5 identical pairs and 27 pairs of phonetically corresponding words. The kinship status of the two languages was obtained at a percentage of 16% and included in the Austronesian language family (family of a stok). The separation of both languages from the proto language is estimated to have occurred around 2,534 to 1,864 years before Christ (calculated from 2025). The separation time was drawn from the Austronesian language family, Malayo Polynesian, Middle East Malayo Polynesian, Central Maluku, East, then Wandan and Siri Sori languages.