KACINGKRANGAN SAJRONE NOVEL PUSPITA RINENGGA ANGGITANE TULUS SETIYADI
(TINTINGAN SOSIOLOGI SASTRA ROBERT CHAMBERS)
POVERTY IN THE NOVEL PUSPITA RINENGGA BY TULUS SETIYADI (ROBERT CHAMBERS LITERATURE SOCIOLOGICAL STUDY)
Kemiskinan menggambarkan keadaan sosial masyarakat yang tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dengan baik. Sesuai dengan keadaan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1) Menjelaskan keadaan kemiskinan ekonomi, 2) Menjelaskan keadaan ketidakberdayaan, dan 3) Menjelaskan perubahan sosial sebagai solusi kemiskinan dalam Novel. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra Robert Chambers. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah kalimat dan percakapan yang berhubungan dengan kemiskinan, ketidakberdayaan, keterbatasan akses dan perubahan sosial. Tata cara pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, teknik baca dan mencatat serta teknik mengelompokkan data. Tata cara analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 yaitu reduksi data, paparan data dan menarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah 1) keadaan kemiskinan ekonomi disebabkan karena pekerjaan yang tidak tetap, upah yang tidak cukup, tempat tinggal yang kurang layak, ketergantungan ekonomi, kurang peluang sosial karena keterbatasan akses ekonomi, pasrah dengan keadaan dan fisik yang lemah. 2) ketidakberdayaan digambarkan dengan tidak mampu untuk menyukupi kebutuhan dasar, tidak memiliki harapan yang besar, rendah diri, kurang percaya diri, beban ganda atau beban gender dan kurang terampil. 3) perubahan sosial sebagai solusi kemiskinan dibagi menjadi dua, yaitu strategi individu dan strategi masyarakat. Strategi individu adalah kesadaran individu untuk memulai perubahan dan peran perempuan untuk merubah nasib. Sedangkan strategi masyarakat adalah adanya solidaritas sosial dan perubahan pola pikir masyarakat tentang status sosial. Keadaan kemiskinan ekonomi dalam novel yang dialami oleh para tokoh bisa berubah karena ada upaya yang dilakukan supaya bisa keluar dari belenggu kemiskinan tersebut walaupun adanya ketidakberdayaan dan keterbatasan akses.
Kata Kunci: Ketidakberdayaan, Keterbatasan Akses, Perubahan Sosial
Poverty describes the social condition of a society that is unable to adequately meet its basic needs. In accordance with this situation, this study aims to: 1) Explain the state of economic poverty, 2) Explain the state of powerlessness, and 3) Explain social change as a solution to poverty in the novel. This study uses Robert Chambers' sociology of literature theory. This study employed qualitative research methods. The data sources used were sentences and conversations related to poverty, powerlessness, limited access, and social change. The data collection procedures in this study utilized library techniques, reading and note-taking techniques, and data grouping techniques. The data analysis procedures in this study were divided into three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The results of this study are: 1) Economic poverty is caused by precarious employment, insufficient wages, inadequate housing, economic dependence, lack of social opportunities due to limited economic access, resignation to circumstances, and physical weakness. 2) Powerlessness is described as an inability to meet basic needs, lack of high expectations, low self-esteem, lack of self-confidence, double burdens or gender burdens, and lack of skills. 3) Social change as a solution to poverty is divided into two categories: individual strategies and community strategies. Individual strategies involve individual awareness to initiate change and the role of women in changing fate. Community strategies, on the other hand, involve social solidarity and changing societal mindsets regarding social status. The economic poverty experienced by the characters in the novel can change because of efforts made to escape the shackles of poverty, despite powerlessness and limited access.
Keywords: Powerlessness, Limited Access, Social Change