Motif Pembelian Produk Thrift Pada Kalangan remaja Urban di Surabaya
Motives for Purchasing Thrift Products Among Urban Youth in Surabaya
Penelitian ini bermula dari meningkatnya minat remaja urban terhadap konsumsi produk thrift yang dipengaruhi oleh tren media sosial dan budaya populer. Karena perkembangannya yang selalu dinanti, industri fashion dengan aktif menciptakan berbagai macam tren. Fenomena ini berhubungan dengan Fear of Missing Out (FOMO), yang merupakan situasi individu yang merasa takut tertinggal dari tren yang sedang berlangsung. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memahami makna FOMO dalam perilaku konsumsi remaja urban serta bagaimana kemandirian ekonomi berperan. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih menyeluruh mengenai motif pembelian pakaian thrift oleh kalangan remaja di Kota Surabaya.
Motif pembelian merupakan dorongan internal yang mendorong individu untuk melakukan tindakan pembelian terhadap suatu produk atau jasa. Pengambilan sebuah keputusan meliputi pengenalan masalah, pencarian solusi, pengevaluasian alternatif, dan pemilihan antar pilihan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi serta paradigma konstruktivis untuk memperoleh hasil yang mandalam. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO menjadi dorongan utama dalam keputusan berbelanja, dipicu oleh paparan konten persuasive di media sosial dan tren budaya Korea yang kuat di kalangan remaja. Pembelian thrift juga dimaknai sebagai bentuk ekonomi dan ekspresi diri karena remaja tetap ingin mengikuti tren namun dengan cara yang lebih terjangkau. Hal ini menunjukkan adanya perpaduan antara kebutuhan sosial, emosional, dan ekonomi dalam perilaku konsumtid remaja urban masa kini.
Kata Kunci: FOMO, Konsumsi Remaja, Thrift Fashion, Fenomenologi, Media Sosial
This study originates from the growing interest of urban youth in consuming thrifted fashion products influenced by social media trends and popular culture. As the fashion industry continuously evolves, it actively creates new trends that shape consumer behavior. This phenomenon is closely related to the concept of Fear of Missing Out (FOMO), in which individuals experience anxiety about being left behind by current trends. Therefore, this research aims to understand the meaning of FOMO in the consumption behavior of urban youth and to explore the role of economic independence within it. The study is expected to provide a comprehensive understanding of the purchasing motives behind thrift fashion among teenagers in Surabaya.
Purchasing motives refer to the internal drive that encourages individuals to make buying decisions for a particular product or service. The decision-making process includes problem recognition, information search, evaluation of alternatives, and selection among options. This study employs a phenomenological approach within a constructivist paradigm to gain in-depth insights. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation.
The findings reveal that FOMO serves as a primary driving force in shopping decisions, triggered by persuasive social media content and the strong influence of Korean cultural trends among youth. Thrift shopping is also perceived as a form of economic strategy and self-expression, allowing teenagers to stay fashionable in a more affordable way. This reflects an intersection of social, emotional, and economic needs in the contemporary consumer behavior of urban youth.
Keywords: FOMO, Youth Consumption, Thrift Fashion, Phenomenology, Social Media