SKEMA PELEMBAGAAN ANTARA KELURAHAN WIYUNG DENGAN KADER JUMANTIK DALAM GERAKAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK
INSTITUTIONALIZATION SCHEME BETWEEN WIYUNG VILLAGE AND MOSQUITO LARVAE CONTROL CADRES IN THE MOSQUITO NEST ERADICATION MOVEMENT
Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang masih sering terjadi dan tergolong tinggi kasusnya di negara Indonesia yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Di Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2024 mencapai 29.496 kasus sedangkan di Kota Surabaya mengalami kenaikan 20,94% dari tahun sebelumnya. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk merupakan kegiatan untuk menghentikan perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dengue. Pelaksanaan gerakan ini melibatkan beberapa pihak yang saling berkoordinasi. Pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk di Kelurahan Wiyung berjalan rutin setiap minggunya dengan memantau rumah warga yang dilakukan oleh kader jumantik dan pihak kelurahan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan mendeskripsikan proses koordinasi antara Kelurahan Wiyung dengan Kader Jumantik serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan koordinasi dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif melalui teknik narrative analysis dan berfokus pada proses koordinasi yang dilakukan stakeholder menggunakan teori koordinasi menurut Hasibuan (2011:88) yang terdiri dari kesatuan tindakan, komunikasi, pembagian kerja dan disiplin. Hasil Penelitian menunjukan proses koordinasi yang dilakukan sudah berjalan lancar setiap minggunya. Namun terdapat temuan dalam penelitian ini yaitu beberapa rumah yang ditemukan di lokasi bukan warga setempat sehingga kader tetap memantau walaupun tidak sesuai data di aplikasi, Terdapat kader yang berselisih dalam forum kumpul rutin di salah satu RW, Semua Kader Surabaya Hebat ikut dalam kegiatan jumantik dan posga sehingga spesialisasi kerja hanya berupa pembagian wilayah saja dan pembahasan pembagian kerja tidak terfokus kegiatan jumantik saja melainkan kegiatan lainnya juga, Jumlah kader di setiap wilayah belum merata, pendampingan kelurahan tidak rutin, koordinator belum menerapkan kedisiplinan ketat ke anggotanya, dan terdapat anggota yang terlambat datang tapi sudah izin sebelumnya.
Kata Kunci: Pelembagaan, Koordinasi, Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk.
Dengue fever is a disease that still occurs frequently and is classified as high in Indonesia caused by the bite of the aedes aegypti mosquito. In East Java Province, in 2024 it reached 29,496 cases while in Surabaya City it increased by 20.94% from the previous year. The mosquito nest eradication movement is an activity to stop the breeding of dengue fever mosquitoes. The implementation of this movement involves several parties who coordinate with each other. The implementation of mosquito nest eradication in Wiyung Village runs routinely every week by monitoring residents' houses carried out by jumantik cadres and the village. The purpose of this study was to determine and describe the coordination process between Wiyung Village and Jumantik Cadres and identify obstacles in the implementation of coordination using qualitative descriptive research types through narrative analysis techniques and focusing on the coordination process carried out by stakeholders using coordination theory according to Hasibuan (2011:88) which consists of unity of action, communication, division of labor and discipline. The results of the study showed that the coordination process carried out had run smoothly every week. However, there are findings in this study, namely several houses found in the location are not local residents so that cadres continue to monitor even though they do not match the data in the application, There are cadres who disagree in a routine gathering forum in one of the RW, All Surabaya Hebat Cadres participate in jumantik and posga activities so that work specialization is only in the form of dividing the area and the discussion of the division of work is not focused on jumantik activities alone but also other activities, The number of cadres in each area is not evenly distributed, village assistance is not routine, the coordinator has not implemented strict discipline to its members, and there are members who arrive late but have previously asked for permission.
Keywords: Institutions, Coordination, Mosquito Nest Eradication Movement.