Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Sikap Sopan Santun Pada Remaja Di Masyarakat Desa Tulungrejo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar
PERAN ORANG TUA DALAM MENUMBUHKAN SIKAP SOPAN SANTUN PADA REMAJA DI MASYARAKAT DESA TULUNGREJO, KELURAHAN GEDOG, KECAMATAN SANAN WETAN, KOTA BLITAR
Nama : Raviva Anggreiny
NIM: : 18040254072
Program Studi : S1 PPKn
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Prof. Dr. Hj. Raden Roro Nanik Setyowati, M.Si.,
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran orang tua dalam menumbuhkan sikap sopan santun pada remaja serta mendeskripsikan cara yang dilakukan dalam proses pembelajaran tata krama di masyarakat Desa Tulungrejo, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar. Latar belakang ini berangkat dari sebuah kasus menurunnya sikap sopan santun dikalanagan remaja akibat adanya pengaruh modernisasi dan globalisasi, khususnya di lingkungan masyarakat yang sudah menyerah dengan perubahan nilai-nilai sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan beberapa orang tua yang memiliki anak remaja. Dari penelitian ini mendaatkan hasil yaitu orang tua memiliki peran yang penting dalam membentuk sikap sopan santun remaja, baik sebagai pendidik, panutan, pengawas, konselor, maupun komunikator. Orang tua juga memberikan contoh dengan membiasakan ucapan santun, mengucapkan (“tolong”,”maaf”,”terima kasih”) dan memberikan pengawasan pada pergaulan dan penggunaan media sosial, serta melibatkan anak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan teori stuktural fungsional Talcott Parsons sebagai bahan analisis, khususnya menggunakan empat fungsi AGIL (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency) untuk melihat dan menganalisisi bagaimana sistem keluarga berperan dalam menjaga nilai kesopanan remaja di tengah tantangan zaman. Kesimpulannya adalah keluarga memiliki kontribusi penting dalam menanamkan tata krama sopan santun, dan keberhasilan pembentukan arakter remaja sangat ditentukan oleh keterlibatan orang tua sejak dini.
Kata Kunci : Peran Orang Tua, Sopan Santun, Remaja, Teori Talcott Parsons.
THE ROLE OF PARENTS IN FORESTING COURTEOUS BEHAVIOR IN ADOLESCENT WITHIN THE COMMUNITY OF TULUNGREJO VILLAGE, GEDOG SUB-DISTRICT, SANAN WETAN DISTRICT, BLITAR CITY
Nama : Raviva Anggraeny
NIM : 18040254072
This research aims to describe the role of parents in cultivating courtesy attitudes among adolescents and to explain the steps taken in the process of teaching manners within the community of Tulungrejo Village, Gedog Urban Village, Sanan Wetan District, Blitar City. The background of this research stems from the phenomenon of declining courtesy attitudes among adolescents, influenced by modernization and globalization, particularly within communities that have gradually accepted changes in social values. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews with several parents who have adolescent children. The results of the research show that parents play an essential role in shaping courtesy attitudes among adolescents, acting as educators, role models, supervisors, counselors, and communicators. Parents also set examples by encouraging polite expressions, such as saying “please,” “sorry,” and “thank you,” monitoring their children’s social interactions and use of social media, and involving them in community social activities. The analysis uses Talcott Parsons’ structural functional theory, especially the four AGIL functions (Adaptation, Goal Attainment, Integration, and Latency), to explore how the family system helps maintain adolescents’ courtesy values amidst the challenges of modern times. In conclusion, the family has a significant contribution in instilling manners and courtesy, and the success of shaping adolescent character is highly determined by active parental involvement from an early age.
Keywords: Role of Parents, Courtesy, Adolescents, Talcott Parsons’ Theory.