PENGARUH VOLUME PREKURSOR TERHADAP KEMURNIAN HIDROKSIAPATIT PADA SINTESIS HIDROKSIAPATIT DARI TELUR AYAM DENGAN METODE SOL GEL
THE EFFECT OF PRECURSOR VOLUME ON HYDROXIAPATITE PURITY IN THE SYNTHESIS OF HYDROXIAPATITE FROM CHICKEN EGG USING THE SOL GEL METHOD
ABSTRAK
Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) produksi telur ayam petelur mencapai 5,56 juta ton di tahun 2022. Angka ini jauh lebih meningkat dibandingkan tahun 2021. Maka dari itu perlu adanya pemanfaatan kulit telur sebagai raw material pada pembuatan material yang memerlukan kalsium tinggi seperti hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2), merupakan usaha yang cukup relevan, guna meningkatkan nilai ekonomi kulit telur dan mengurangi beban lingkungan.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas volume prekursor HCL (30, 40, 50, dan 75 mL) dan volume H3PO4(10, 25, 50, dan 75 mL). Variable terikatnya nilai kemurnian material penyusun hidroksiapatit, morfologi dari hidroksiapatit, dan massa CaCl2.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah variasi volume prekursor H3PO4 pada proses sintesis dengan metode sol-gel memiliki pengaruh pada kemurnian, kristalinitas, dan ukuran butiran partikel hidroksiapatit yang diproduksi. Dari pengujuan XRD sampel dengan volume prekursor H3PO4 25 ml paling optimal karena memiliki kemurnian 84 % dan tingkat kristalinitas 89,9 %. Selain itu juga mempengaruhi bentuk morfologi yang diperoleh dari pengujian SEM memperlihatkan adanya perubahan bentuk granular dan celah antar partikel semakin senggang. Bentuk dan kerapatan partikel terbaik terjadi pada sampel prekursor H3PO4 volume 25 ml.
Kata Kunci : Raw material, Hidroksiapatit, SEM, XRD
According to BPS (Central Statistics Agency), egg production from laying hens will reach 5.56 million tons in 2022. This figure is much higher than in 2021. Therefore, it is necessary to use egg shells as raw material in the manufacture of materials that require high calcium such as hydroxyapatite, (Ca10(PO4)6(OH)2) is a quite relevant effort to increase the economic value of egg shells and reduce the environmental burden.
This research uses an experimental method with the independent variables HCL precursor volume (30, 40, 50, and 75 mL) and H3PO4 volume (10, 25, 50, and 75 mL). The dependent variable is the purity value of the hydroxyapatite material, the morphology of the hydroxyapatite, and the mass of CaCl2.
The results obtained in this research are that variations in the volume of the H3PO4 precursor in the synthesis process using the sol-gel method have an influence on the purity, crystallinity and grain size of the hydroxyapatite particles produced. From the XRD testing the sample with a H3PO4 precursor volume of 25 ml was the most optimal because it had a purity of 84% and a crystallinity level of 89.9%. Apart from that, it also affects the morphology obtained from SEM testing, showing a change in granular shape and gaps between particles becoming wider. The best particle shape and density occurred in the H3PO4 precursor sample with a volume of 25 ml.
Keywords: Raw material, Hydroxyapatite, SEM, XRD