INSTITUTIONALIZATION OF SMOKE-FREE AREAS IN HIGHER EDUCATION (Study at Surabaya State University)
Penelitian ini membahas institusionalisasi kawasan bebas asap rokok di Universitas Negeri Surabaya dengan menggunakan teori kelembagaan W. Richard Scott. Universitas Negeri Surabaya sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung proses akademik yang berkualitas. Hasil temuan menunjukkan bahwa secara regulatif kebijakan kawasan bebas asap rokok memiliki dasar formal yang kuat, tetapi dalam penegakannya dilapangan masih belum berjalan dengan maksimal. Minimnya sosialisasi, Standar Oprasional Prosedur (SOP), monitoring, evaluasi serta koordinasi antar unit mengakibatkan minimnya kepatuhan warga kampus pada kawasan bebas asap rokok. Kesimpulannya, terdapat kesenjangan antara visi kawasan bebas asap rokok dalam dokumen resmi dengan praktik di lapangan. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan pada aspek monitoring dan evaluasi guna mendorong terwujudnya kawasan bebas asap rokok di Universitas Negeri Surabaya.
This study discusses the institutionalization of smoke-free zones at Surabaya State University using W. Richard Scott's institutional theory. Surabaya State University, as a higher education institution, is committed to creating a healthy and safe learning environment that supports quality academic processes. The findings indicate that the smoke-free zone policy has a strong formal basis, but its enforcement in the field has not been optimal. The lack of socialization, Standard Operating Procedures (SOPs), monitoring, evaluation, and coordination between units has resulted in minimal compliance by campus residents with the smoke-free zone. In conclusion, there is a gap between the vision of the smoke-free zone in official documents and practice in the field. Therefore, strengthening the monitoring and evaluation aspects is needed to encourage the realization of a smoke-free zone at Surabaya State University.