Penerapan Kebijakan Pemerintah Dalam Metode Pembayaran Parkir Non-Tunai Di Jalan Jimerto Kota Surabaya
Implementation of Government Policies in Non-Cash Parking Payment Methods on Jalan Jimerto, Surabaya City
Penerapan sistem parkir tanpa uang tunai di wilayah Kota Surabaya diterapkan sebagai upaya
untuk mengoptimalkan retribusi parkir demi meningkatkan pendapatan asli daerah sekaligus
menekan praktik pemungutan biaya parkir ilegal. Salah satu kawasan yang menerapkan kebijakan
ini adalah Jalan Jimerto, yang menggunakan metode pembayaran non-tunai melalui Qris.
Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana pelaksanaan tersebut berjalan dengan efektif
pada sistem pembayaran parkir non-tunai sebagai kebijakan pemerintah di kawasan tersebut.
Beberapa tantangan dalam pelaksanaannya termasuk ketidakterbiasaan sebagian masyarakat,
terutama kalangan lanjut usia, terhadap metode pembayaran non-tunai dan adanya penolakan dari
beberapa juru parkir saat kebijakan pertama kali diterapkan. Jenis penelitian yang diterapkan
menggunakan metode kualitatif yang berpijak pada pendekatan deskriptif. Fokus utama pada
kajian adalah menganalisis kebijakan mengenai penggunaan sistem pembayaran non-tunai dalam
proses transaksi parkir di Jalan Jimerto, Surabaya, dan mengkorelasikannya dengan indikator
efektivitas menurut Duncan dalam Steers. Hasil penelitian ini adalah 1) Pencapaian Tujuan,
menunjukkan bahwa tujuan kebijakan pembayaran parkir non-tunai berjalan sesuai aturan.
Meskipun perolehan PAD belum optimal. Kendala seperti ketidaktahuan sebagian pengendara
lanjut usia tidak mengganggu pelaksanaan, karena tersedia opsi tunai. Mayoritas pengguna
kalangan anak muda telah terbiasa dengan kebijakan tersebut. 2) Integrasi, menunjukkan bahwa
antara Dinas Perhubungan dan juru parkir berjalan dengan lancar, ditandai dengan kehadiran juru
parkir resmi, fasilitas pendukung, dan sanksi bagi pelanggaran. Penolakan awal kebijakan karena
sebagai juru parkir khawatir berkurangnya tips namun tidak berlangsung lama. Kebijakan ini
dinilai lebih transparam, akuntabel, serta sejalan dengan prinsip pelayanan publik. 3) Adaptasi,
Kebijakan parkir non-tunai di Jalan Jimerto berjalan dengan baik didukung kolaborsi dan edukasi
dari Dinas Perhubungan. Meskipun sempat ada penolakan, kini diterima luas. Pembayaran tunai
tetap disediakan untuk pengguna lansia agar layanan tetap inklusif. Rekomendasi penelitian ini
yakni diharapkan adanya pelatihan atau sosialisasi melalui berbagai saluran seperti media sosial,
baliho, atau penyuluhan langsung di lokasi parkir, pemberian insentif kepada juru parkir resmi
berdasarkan kinerjanya, memberikan fasilitas akun QRIS khusus ke juru parkir untuk membantu
yang tidak paham kemudian orang tersebut menggantikan dengan uang tunai ke juru parkir.
The non-cash parking payment policy is implemented located in Surabaya, with the goal of
increasing Regional Original Income (PAD) through parking levies and reducing the practice of
illegal parking collection. One of the areas that implements this policy is Jalan Jimerto, which uses
a cashless payment method through Qris. The purpose of this research is to assess how effectively
the implementation of the non-cash parking payment policy in the area. Some of the challenges in
its implementation include the unfamiliarity of some people, especially the elderly, with non-cash
payment methods and the rejection of some parking attendants when the policy was first
implemented. This study employs a qualitative method combined with a descriptive approach. Its
primary objective is to examine the cashless parking payment policy implemented on Jalan Jimerto,
Surabaya, and correlate it with the effectiveness indicator according to Duncan in Steers. The
results of this study are 1) Achievement of Objectives, indicating that the objectives of the non-cash
parking payment policy are running according to the rules. Although PAD acquisition is not
optimal. Obstacles such as the ignorance of some elderly drivers do not interfere with the
implementation, because cash options are available. The majority of young users are accustomed
to the policy. 2) Integration, indicating that the relationship between the Transportation Agency
and parking attendants is running smoothly, marked by the presence of official parking attendants,
supporting facilities, and sanctions for violations. The initial rejection of the policy because as a
parking attendant I was worried about the reduction in tips but it did not last long. This policy is
considered more transparent, accountable, and in line with the principles of public service. 3)
Adaptation, the non-cash parking policy on Jalan Jimerto is running well supported by
collaboration and education from the Transportation Agency. Although there was some rejection,
it is now widely accepted. Cash payments are still provided for elderly users so that services remain
inclusive. The recommendation of this research is that there is expected to be training or
socialization through various channels such as social media, billboards, or direct counseling at
parking locations, providing incentives to official parking attendants based on their performance,
providing special QRIS account facilities to parking attendants to help those who do not
understand, then the person replaces it with cash to the parking attendant.