PENGARUH PENAMBAHAN KAOLIN PADA PEMBUATAN MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR CAMPURAN ABU TERBANG DAN ABU SEKAM PADI PADA KONDISI MOLARITAS 8 M
THE EFFECT OF THE ADDITION OF KAOLIN ON THE MANUFACTURE OF GEOPOLYMER MORTAR MADE FROM A MIXTURE OF FLY ASH AND RICE HUSK ASH AT MOLARITY CONDITIONS OF 8 M
Mortar geopolimer adalah mortar yang 100% tidak mengandung semen portland dengan kata lain menggunakan bahan pengikat lain selain semen portland dalam proses produksinya. Mortar geopolimer adalah mortar ramah lingkungan karena bahan pengikatnya adalah anorganik yang memiliki kandungan alumina dan silika yang tinggi. Bahan material penyusun mortar geopolimer adalah abu terbang, abu sekam padi, kaolin, pasir, air, dan alkali aktivator. Abu terbang mengandung silika (Si) dan alumina (Al) yang tinggi, dimana unsur tersebut memegang peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik mortar geopolimer. Abu sekam padi mengandung silika (Si) sedangkan kaolin mengandung unsur alumina (Al) dan kalsium (Ca), Ca disini berfungsi membantu mempercepat reaksi geopolimer pada suhu ruang dan dapat meningkatkan kuat tekan pada mortar geopolimer. Untuk aktivator yang digunakan adalah sodium silikat (Na2SiO3) yang berfungsi mempercepat reaksi polimerisasi, sedangkan untuk alkali yang digunakan adalah sodium hidroksida (NaOH) yang berfungsi membantu proses pengikatan antar partikel.
Pada penelitian ini dibuat benda uji dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm, dengan komposisi yang digunakan adalah 50% abu terbang, 50% abu sekam padi, serta tambahan kaolin dengan rentan penambahan 10% – 80% secara berkala. Bahan pengikat yang diguankan adalah NaOH molaritas 8 M dan Na2SiO3. Pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan dan uji porositas yang dilakukan pada saat benda uji berumur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kaolin dapat meningkatkan kuat tekan. Variasi penambahan kaolin yang digunakan adalah 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, dan 80%. Hasil kuat tekan yang didapat secara berturut-turut adalah sebesar 8,73 MPa; 11,05 MPa; 13,82 MPa; 17,24 MPa; 18,33 MPa; 20,26; 17,24 MPa; dan 12,77 MPa. Sedangkan nilai porositas yang didapat secara berturut-turut adalah sebesar 26,99%; 24,49%; 22,29%; 21,20%; 20,21%; 19,42%; 20,75%; dan 23,26%. Kadar optimum kaolin yang dapat ditambahkan pada pembuatan mortar geopolimer berdasarkan nilai kuat tekan dan porositas adalah pada mix design 6 dengan penambahan kaloin sebesar 60%.
Kata kunci: mortar geopolimer, abu terbang, abu sekam padi, kaolin, kuat tekan, porositas.
Geopolymer mortar is a mortar that does not contain 100% portland cement, in other words it uses a binder other than portland cement in the production process. Geopolymer mortar is an environmentally friendly mortar because the binder is inorganic and has high alumina and silica content. The materials that make up geopolymer mortar are fly ash, rice husk ash, kaolin, sand, water and alkali activator. Fly ash contains high levels of silica (Si) and alumina (Al), where these elements play an important role in influencing the characteristics of geopolymer mortar. Rice husk ash contains silica (Si) while kaolin contains the elements alumina (Al) and calcium (Ca). Ca here functions to help speed up the geopolymer reaction at room temperature and can increase the compressive strength of the geopolymer mortar. The activator used is sodium silicate (Na2SiO3) which functions to accelerate the polymerization reaction, while the alkali used is sodium hydroxide (NaOH) which functions to help the bonding process between particles.
In this research, test objects measuring 5 cm x 5 cm x 5 cm were made, with the composition used being 50% fly ash, 50% rice husk ash, and additional kaolin with a periodic addition of 10% – 80%. The binder used is NaOH molarity 8 M and Na2SiO3. The tests carried out were compressive strength tests and porosity tests which were carried out when the test objects were 7 days, 14 days and 28 days old.
The results of this research indicate that the addition of kaolin can increase compressive strength. Variations in the addition of kaolin used are 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, and 80%. The compressive strength results obtained respectively were 8.73 MPa; 11.05 MPa; 13.82 MPa; 17.24 MPa; 18.33 MPa; 20.26; 17.24 MPa; and 12.77 MPa. Meanwhile, the porosity values obtained respectively were 26.99%; 24.49%; 22.29%; 21.20%; 20.21%; 19.42%; 20.75%; and 23.26%. The optimum level of kaolin that can be added to the manufacture of geopolymer mortar based on the compressive strength and porosity values is mix design 6 with the addition of 60% kaloin.
Keywords: geopolymer mortar, fly ash, rice husk ash, kaolin, compressive strength, porosity.