Peran Sistem Keluarga dalam Mendukung Laki-Laki Feminim yang Mengalami Quarter Life Crisis
The Role of the Family System in Supporting Feminine Men Experiencing a Quarter-Life Crisis
Laki-laki feminin kerap kali menghadapi tekanan sosial yang berlapis karena ketidaksesuaian antara ekspresi gender dan juga norma maskulinitas tradisional. Ketika laki-laki feminin berada dalam fase quarter life crisis, tekanan tersebut dapat meningkat, yang mengakibatkan kebingungan identitas, ketidakpastian arah hidup, serta penurunan kesejahteraan psikologis. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan ketahanan dan mekanisme coping yang sehat. Pendekatan penelitian ini yakni kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap lima partisipan laki-laki feminin berusia 20-30 tahun yang pernah mengalami quarter life crisis. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil penelitian mengungkap lima tema utama yaitu (1) Struktur peran dalam keluarga, (2) Pola komunikasi dalam keluarga, (3) Penerimaan terhadap ekspresi gender feminin, (4) Dukungan emosional dalam fase krisis, dan (5) Peran keluarga dalam strategi coping. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan ilmu psikologi perkembangan dan gender, serta menjadi landasan intervensi bagi konselor, keluarga, dan masyarakat luas dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif dan suportif.
Feminine men often face layered social pressures due to the mismatch between their gender expression and traditional masculinity norms. When feminine men enter the quarter-life crisis phase, these pressures may intensify, leading to identity confusion, uncertainty about life direction, and a decline in psychological well-being. Family support plays a crucial role in fostering resilience and healthy coping mechanisms. This study adopts a qualitative approach using a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews with five feminine male participants aged 20 to 30 who had experienced a quarter-life crisis. Thematic analysis was used as the data analysis technique. The findings revealed five main themes, namely (1) the structure of family roles, (2) communication patterns within the family, (3) acceptance of feminine gender expression, (4) emotional support during a crisis, and (5) the family's role in shaping coping strategies. This research is expected to contribute to the development of psychological and gender studies, and to serve as a foundation for interventions by counselors, families, and broader communities in creating more inclusive and supportive environments.