KAPAL VAN DER WIJCK SEBAGAI ALAT TRANSPORTASI LAUT MASA HINDIA BELANDA TAHUN 1921-1936
THE VAN DER WIJCK SHIP AS A MEANS OF SEA TRANSPORTATION
DURING THE DUTCH INDIES 1921-1936
Penelitian ini mengkaji sejarah kapal Van der Wijck sebagai alat transportasi laut masa Hindia Belanda tahun 1921-1936. Mengingat transportasi laut terutama kapal Van der Wijck memiliki peranan yang sangat krusial di Hindia Belanda. Namun sejarah dari kapal tersebut hingga aktivitas pelayarannya selama di Hindia Belanda masih belum banyak yang mengetahui. Dengan menggunakan metode sejarah oleh Kuntowijoyo yang memiliki lima tahap diantaranya pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penyusunan narasi sejarah). Hasil dalam penelitian ini adalah bahwasannya kapal Van der Wijck dibangun oleh perusahaan pelayaran Koninklijke paketvaart Maatschappij (KPM) yang merupakan perusahaan pelayaran Belanda, memiliki kantor pusat di Batavia dan status hukum di Amsterdam. Kapal Van der Wijck dibangun 1921 di galangan kapal yaitu Maatschappij Fijernoord di Feyernoord Rotterdam. Nama kapal Van der Wijck diambil dari nama Gubernur Jendral Hindia Belanda yakni Jhr. Carel Herman Aart Van Der Wijck. Kapal Van der Wijck secara umum dibangun karena perusahaan yang menaungi yaitu KPM memiliki tujuan sebagai navigasi angkutan barang dan penumpang dengan kapal uap milik pribadi atau yang disewa. Jadi kapal Van der Wijck dibangun oleh perusahaan KPM untuk memperkuat jaringan pengiriman oleh perusahaan. Kapal Van der Wijck dibangun oleh perusahaan KPM sesuai kelas tertinggi Breau Veritas, dan di rancang oleh arsitektur ternama dari angkatan laut KPM. Kapal Van der Wijck pertama diluncurkan pada tahun 1921 di Amsterdam kemudian melakukan pelayaran pertamanya ke Hindia Belanda di bawah komando kapten G. Hagenzieker, kapal van der Wijck pertama kali tiba di Tandjong Priok dengan membawa muatan perbekalan, dan melakukan persiapan di sebuah dok yang berada di Batavia. Sampai pada tahun-tahun berikutnya yakni tahun 1922-1936 kapal Van der Wijck mulai terintergrasi pada jadwal perjalanan dengan rute yang ditentukan oleh perusahaan KPM, dan mulai melayani rute pelayaran yang luas di Hindia Belanda. Rute kapal Van der Wijck di Hindia Belanda diketahui tidak hanya menghubungkan kota-kota besar seperti Makassar, Buleleng, Surabaya, Semarang, Batavia, Palembang di kepulauan Hindia Belanda, namun untuk menjadi penghubung ke wilayah-wilayah kecil lainnya yang berada di seluruh kepulauan Hindia Belanda.
This study examines the history of the Van der Wijck ship as a means of sea transportation during the Dutch East Indies period in 1921-1936. Considering that sea transportation, especially the Van der Wijck ship, has a very crucial role in the Dutch East Indies. However, the history of the ship to its shipping activities while in the Dutch East Indies is still not known by many. Using the historical method by Kuntowijoyo which has five stages including topic selection, heuristic (collection of sources), verification (source criticism), interpretation (interpretation), and historiography (preparation of historical narratives).The result of this study is that the Van der Wijck ship was built by the shipping company Koninklijke paketvaart Maatschappij (KPM) which is a Dutch shipping company, having its headquarters in Batavia and legal status in Amsterdam. The Van der Wijck ship was built in 1921 at the Maatschappij Fijernoord shipyard in Feyernoord Rotterdam. The name of the ship Van der Wijck was taken from the name of the Governor General of the Dutch East Indies, namely Jhr. Carel Herman Aart Van Der Wijck. Van der Wijck ships are generally built because the company that oversees KPM has the purpose of navigating the transportation of goods and passengers with privately owned or chartered steamboats. So the Van der Wijck ship was built by the KPM company to strengthen the delivery network by the company. The Van der Wijck ship was built by the KPM company according to the highest class Breau Veritas, and was designed by renowned architects from the KPM navy. The first Van der Wijck ship was launched in 1921 in Amsterdam and then made its first voyage to the Dutch East Indies under the command of Captain G. Hagenzieker, the van der Wijck ship first arrived at Tandjong Priok with a cargo of supplies, and made preparations at a dock in Batavia. Until the following years, namely 1922-1936, the Van der Wijck ship began to be integrated into the itinerary with the route determined by the KPM company, and began to serve a wide shipping route in the Dutch East Indies. Van der Wijck's ship route in the Dutch East Indies is known not only to connect big cities such as Makassar, Buleleng, Surabaya, Semarang, Batavia, Palembang in the Dutch East Indies archipelago, but to be a link to other small areas throughout the Dutch East Indies archipelago.