Konstruksi media terkait pernikahan beda agama
Media construction related to interfaith marriage
Peristiwa pernikahan beda agama yang terjadi di indonesia lebih tepatnya yaitu di Kota Surabaya dan Semarnang merupakan sebuah pelanggaran yang perlu di pantau oleh pemerintah di karenakan hal tersebut melanggar undang – undang no 1 tahun 1974, dan hal tersebut menjadi bahan berita media yang menarik di masyarakat dengan adanya berita ini menuai pro dan kontra karena Pn surabaya telah mengesahkan pernikahan beda agama dan Pernikahan beda agama yang berlangsung di gereja semarang jelas tidak sesuai dengan undang – undang no 1 tahun 1974 terkait pernikahan, berita ini berhasil di liput oleh media online Kompas.com, Republika.com.dan Okezone.com. Peristiwa tersebut perlu di tinjau oleh pemerintah karena adanya pernikahan beda agama tersebut dapat menjadikan pintu terbuka bagi masyarakat untuk melanggar undang – undang yang telah di tetapkan leh pemerintah no 1 tahun 1974 tentang pernikahan, hal tersebut juga menjadi kontroversi dalam masyarakat karena hal tersebut di anggap tidak lazim di indonesia, namun pengadilan negeri surabaya dan KUA kota semarang mengesahkan pernikahan tersebut. Media massa memiliki fungsi yang sangat besar di masyarakat dan berperan mengemukakan sesuatu dengan memiliki tujuan kolerasi untuk menjelaskan, menafsirkan, mengomentari makna dari suatu peristiwa dan informasi yang dapat mempengaruhi cara sudut pandang seseorang, pemberitaan terkait pernikahan beda agama yang terjadi di Surabaya dan Semarang.maka dari itu peneleliti menggunakan analisis framing “Pan & kosicki” Ada empat elemen dari analisis framing pan & kosicki sintaksis, skrip, tematik & retoris untuk mengetahui framing yang di gunakan oleh kompas.com, republika.com & okezone.com.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis konstruksi media online okezone.com, republika.com dan kompas.com tentang kasus pernikahan beda agama yang terjadi di surabaya dan semarang. Metode penelitian yang di gunakan adalah teori framing yang mengarah pada paragigma kontruktivisme. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan trianggulais sumber data sebagai teknik untuk mencari keabsahan data. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut dari ketiga media yaitu Kompas.com, Republika.com dan Okezone.com memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mengkonstruksi beritanya. Hal ini terlihat dari ke empat elemen framing dari pan & kosicki dalam pemberitaan terkait pernikahan beda agama yang terjadi di surabaya dan semarang.
Interfaith marriage events that occurred in Indonesia, more precisely, namely in the cities of Surabaya and Semarnang, became interesting news material in the community and with this news reaped pros and cons because the Surabaya Chief had legalized interfaith marriages and interfaith marriages that took place at the Semarang church, it is clear Not in accordance with Law No. 1 of 1974 regarding marriage, this news was successfully covered by the online media Kompas.com, Republika.com and Okezone.com. This event needs to be reviewed by the government because the existence of interfaith marriages can open the door for the public to violate the law that has been set by the government No. 1 of 1974 concerning marriage, this has also become a controversy in society because it is considered not common in Indonesia, but the Surabaya District Court and the Semarang City KUA legalized the marriage. The mass media has a very large function in society and plays a role in expressing something with the aim of collaboration to explain, interpret, comment on the meaning of an event and information that can influence one's point of view, news related to interfaith marriages that occurred in Surabaya and Semarang. from that the researcher used the “Pan & kosicki” framing analysis. There are four elements of the pan & kosicki syntactic, script, thematic & rhetorical framing analysis to find out the framing used by kompas.com, Republika.com & okezone.com. The purpose of this research is to find out and analyze the construction of online media okezone.com, Republika.com and kompas.com regarding cases of interfaith marriage that occurred in Surabaya and Semarang. The research method used is framing theory which leads to the constructivism paradigm. Data collection techniques researchers use triangulation data sources as a technique to find the validity of the data. Based on the results of this study, the three media namely Kompas.com, Republika.com and Okezone.com have different perspectives in constructing their news. This can be seen from the four framing elements from pan & kosicki in the news regarding interfaith marriages that took place in Surabaya and Semarang.