BERPIKIR GEOMETRIS SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN PERBEDAAN KECEMASAN MATEMATIKA
Geometric Thinking of Junior High School Students in Solving Geometric Problems Based on Differences in Math Anxiety
ABSTRAK
Wahyuni, Reny. 2025. Berpikir Geometris Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Geometri Berdasarkan Perbedaan Kecemasan Matematika. Disertasi. Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Promotor, Prof. Dr. Dwi Juniati, M.Si., dan Kopromotor, Dr. Pradnyo Wijayanti, M.Pd.
Kata Kunci: Berpikir Geometris, Pemecahan Masalah, Kecemasan Matematika, Geometri
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir geometris siswa SMP dalam memecahkan masalah geometri berdasarkan perbedaan kecemasan matematika. Berpikir geometris adalah aktivitas mental yang dilakukan seseorang tentang ide-ide dan konsep geometri guna mencari solusi dari masalah geometri. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian case study. Subjek penelitian adalah satu siswa SMP dengan kecemasan matematika rendah dan satu siswa SMP dengan kecemasan matematika tinggi. Kedua subjek tersebut memiliki kemampuan matematika setara dan gender yang sama. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berbasis tugas pemecahan masalah geometri. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan siswa dengan kecemasan matematika rendah melakukan aktivitas berpikir geometris pada seluruh aspek yaitu visual, applied, dan logic dalam memecahkan masalah geometri pada setiap tahapan pemecahan masalah. Memahami masalah: siswa dengan kecemasan matematika rendah merepresentasikan bangun geometri dengan fokus pada konteks permasalahan yang diberikan, membuat sketsa dan menentukan ukurannya. Selain itu siswa dengan kecemasan matematika rendah juga menggunakan hubungan antar bangun geometri, menggunakan konsep, menggunakan sifat-sifat bangun geometri, menggunakan rumus. Selanjutnya siswa dengan kecemasan matematika rendah juga memberikan alasan terkait hubungan antar bangun geometri, memberikan alasan terkait konsep geometri, memberikan alasan terkait sifat-sifat bangun geometri, dan memberikan alasan terkait rumus.
Merencanakan penyelesaian masalah: siswa dengan kecemasan matematika rendah merepresentasikan dua bangun geometri, melakukan representasi geometris secara visual dengan membuat sketsa gambar, merencanakan langkah-langkah penyelesaian masalah secara sistematis dan terperinci berdasarkan permasalahan yang diberikan. Selain itu, siswa dengan kecemasan matematika rendah juga menggunakan sifat- sifat geometri, menggunakan konsep geometri, menggunakan hubungan antar bangun geometri, mengetahui rumus geometri. Selanjutnya siswa dengan kecemasan matematika rendah juga memberikan alasan terkait sifat- sifat geometri, memberikan alasan terkait konsep geometri, memberikan alasan terkait hubungan antar bangun geometri, memberikan alasan terkait rumus geometri yang digunakan. Melaksanakan penyelesaian masalah: siswa dengan kecemasan matematika rendah melakukan representasi secara visual melalui sketsa gambar, menyelesaikan permasalahan berdasarkan rencana yang telah dibuat sebelumnya, merepresentasikan konsep satuan luas. Selain itu, siswa dengan kecemasan matematika rendah juga menggunakan sifat- sifat geometri, menggunakan konsep geometri, menggunakan hubungan antar bangun geometri, menerapkan rumus geometri yang digunakan. Selanjutnya siswa dengan kecemasan matematika rendah juga memberikan alasan terkait sifat- sifat geometri, memberikan alasan terkait konsep geometri, memberikan alasan terkait hubungan antar bangun geometri, memberikan alasan terkait rumus geometri yang digunakan.
Melihat kembali: siswa dengan kecemasan matematika rendah melakukan evaluasi pemeriksaan kembali secara runut dan terinci dengan membaca ulang soal, menghitung ulang, mengecek gambar, dan memeriksa kembali rumus yang digunakan dalam perhitungan, merefleksikan penyelesaian masalah. Selain itu, siswa dengan kecemasan matematika rendah juga menggunakan rumus geometri, menggunakan hubungan antar bangun geometri, menggunakan konsep geometri dalam memeriksa kembali jawaban. Selanjutnya, siswa dengan kecemasan matematika rendah memberikan alasan terkait rumus geometri, memberikan alasan terkait hubungan antar bangun geometri, memberikan alasan terkait konsep geometri.
Siswa dengan kecemasan matematika tinggi melakukan aktivitas berpikir geometris pada seluruh aspek yaitu visual, applied, dan logic dalam memecahkan masalah geometri pada setiap tahapan pemecahan masalah. Memahami masalah: siswa dengan kecemasan matematika tinggi merepresentasikan bangun geometri dengan fokus pada konteks permasalahan, membuat sketsa gambar. Selain itu, siswa dengan kecemasan matematika tinggi juga menggunakan hubungan antar bangun geometri, menggunakan konsep geometri, menggunakan sifat geometri, menggunakan rumus geometri. Selanjutnya siswa dengan kecemasan matematika tinggi juga memberikan alasan terkait hubungan antar bangun geometri, memberikan alasan terkait konsep geometri, memberikan alasan terkait sifat geometri, memberikan alasan terkait rumus geometri. Merencanakan penyelesaian masalah: siswa dengan kecemasan matematika tinggi melakukan representasi secara visual dengan membuat sketsa gambar, membuat rencana penyelesaian masalah berdasarkan permasalahan yang diberikan. Selain itu, siswa dengan kecemasan matematika tinggi menggunakan hubungan antar bangun geometri, mengetahui konsep geometri yang akan digunakan, menggunakan sifat-sifat geometri. Selanjutnya, siswa dengan kecemasan matematika tinggi memberikan alasan terkait hubungan antar bangun geometri, memberikan alasan terkait konsep geometri, memberikan alasan terkait sifat-sifat geometri.
Melaksanakan penyelesaian masalah: siswa dengan kecemasan matematika tinggi melakukan representasi visual melalui sketsa gambar, menyelesaikan permasalahan berdasarkan rencana penyelesaian yang telah dibuat sebelumnya, merepresentasikan satuan luas. Selain itu, siswa dengan kecemasan matematika tinggi juga menggunakan hubungan antar bangun geometri, menggunakan rumus geometri, menggunakan konsep geometri. Selanjutnya, siswa dengan kecemasan matematika tinggi juga memberikan alasan terkait hubungan antar bangun geometri, memberikan alasan terkait rumus geometri, memberikan alasan terkait konsep geometri. Melihat kembali: siswa dengan kecemasan matematika tinggi melihat kembali jawaban yang telah dilakukan, membaca ulang permasalahan yang diberikan, dan memberikan alasan terkait membaca ulang permasalahan yang diberikan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir geometris siswa SMP dengan mempertimbangkan faktor kecemasan matematika.
ABSTRACT
Wahyuni, Reny. 2025. Geometric Thinking of Junior High School Students in Solving Geometric Problems Based on Differences in Math Anxiety. Dissertation. Doctorate Mathematics Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University. Promoter, Prof. Dr. Dwi Juniati, M.Si., and Copromoter, Dr. Pradnyo Wijayanti, M.Pd.
Keywords: Geometric Thinking, Problem Solving, Math Anxiety, Geometry
Geometric thinking is a mental activity that a person does regarding geometric ideas and concepts in order to find solutions to geometric problems. This study aims to describe the geometric thinking of junior high school students in solving geometry problems based on differences in math anxiety. This study used a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects were one junior high school student with low math anxiety and one junior high school student with high math anxiety. Both subjects had equal math ability and were of the same gender. Data collection was done by interview based on geometry problem-solving tasks. Data analysis techniques were carried out with three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results showed that a student with low math anxiety performs geometric thinking activities in all aspects, namely visual, applied, and logical, in solving geometry problems at each stage of problem-solving. Understanding the problem: The student with low math anxiety represented geometric figures, represented geometric figures with a focus on the context of the problem given, and performed visual geometric representations by sketching and determining the size. In addition, a student with low math anxiety also used relationships between geometric shapes to understand the problem, geometry concepts to understand the problem, properties of geometric shapes, and geometry formulas to understand the problem. Furthermore, the student with low math anxiety also provided reasons related to the relationship between geometric figures, reasons related to geometry concepts, reasons related to the properties of geometric figures, and reasons related to geometry formulas.
Planning problem-solving: The student with low math anxiety represented two geometric figures, performed visual geometric representations by sketching images, and planned problem-solving steps systematically and in detail based on the problems given. In addition, a student with low math anxiety also used geometry properties, used geometry concepts in planning to problem-solve, used relationships between geometry shapes, and knows the geometry formulas used. Furthermore, the student with low math anxiety also provided reasons related to the properties of geometry, reasons related to geometry concepts, reasons related to relationships between geometric figures, and reasons related to geometry formulas used in planning problem-solving. Implementing problem-solving: The student with low math anxiety made visual representations through sketches of images, solving problems based on plans that had been made before, and representing the concept of unit area. In addition, a student with low math anxiety also used geometry properties, uses geometry concepts in carrying out problem-solving, uses relationships between geometry shapes, and applies geometry formulas used in carrying out problem-solving. Furthermore, the student with low math anxiety also provided reasons related to the properties of geometry, reasons related to geometry concepts, reasons related to relationships between geometric figures, and reasons related to geometry formulas used.
Looking back, the student with low math anxiety conducted a recheck evaluation sequentially and in detail by rereading the problem, recalculating, checking the picture, and rechecking the formula used in the calculation, reflecting on problem-solving. In addition, a student with low math anxiety also used geometry formulas in rechecking answers, used relationships between geometry shapes in rechecking answers, and used geometry concepts in rechecking answers. Furthermore, the student with low math anxiety provided reasons related to geometry formulas in rechecking answers, provided reasons related to relationships between geometry shapes in rechecking answers, and provided reasons related to geometry concepts in rechecking answers.
A student with high math anxiety performed geometric thinking activities in all aspects, namely visual, applied, and logical, in solving geometry problems at each stage of problem-solving. Understanding the problem: The student with high math anxiety represented geometric figures, represented geometric figures with a focus on the context of the problem, and performed visual geometric representations in understanding the problem through sketching images. In addition, a student with high math anxiety also used relationships between geometric figures, geometry concepts in understanding problems, geometry properties, and geometry formulas in understanding problems. Furthermore, the student with high math anxiety also provided reasons related to the relationship between geometric figures, provided reasons related to geometry concepts in understanding the problem, provided reasons related to geometry properties, and provided reasons related to geometry formulas. Planning for problem-solving: The student with high math anxiety made visual representations by sketching images in problem-solving and making problem-solving plans based on the problems given. In addition, a student with high math anxiety used relationships between geometric figures, knew the concept of geometry, and used the properties of geometry. Furthermore, the student with high math anxiety provided reasons related to the relationship between geometric figures, reasons related to geometry concepts, and reasons related to geometry properties in planning problem-solving.
Implementing problem-solving: A student with high math anxiety made visual representations through sketches of images when carrying out problem-solving, solving problems based on previously made solution plans, and representing area units. In addition, a student with high math anxiety also used relationships between geometric figures, geometry formulas in carrying out problem-solving, and geometry concepts in carrying out problem-solving. Furthermore, the student with high math anxiety also provided reasons related to the relationship between geometric figures, reasons related to geometry formulas in carrying out problem-solving, and reasons related to geometry concepts. Looking back: A student with high math anxiety looked back at the answers they had done, reread the problems given, and provided reasons related to rereading the problems given.