MAKANAN TRADISIONAL KRUPUK LADU JAJANAN KHAS BOGEM DI PASAR LEGI JOGOSATRU KECAMATAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO (TEORI FOLKLOR)
TRADITIONAL FOOD LADU CRACKRES SPECIAL JEWELRY OF BOGEM IN PASAR LEGI JOGOSATRU SUKODONO SUBDISTRICT SIDOARJO DISTRICT (REVIEW OF FOLKLORE)
Kerupuk Ladu adalah salah satu makanan tradisional yang menjadi ciri khas dari Pasar Legi Jogosatru. Bentuknya yang unik menjadi pembeda dengan makanan tradisional lainnya dan hanya ada di Pasar Legi Jogosatru. Hal tersebut menjadi dasar peneliti dalam memilih objek panliten Makanan Tradisional Kerupuk Ladu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menemukan bagaimana awal mulanya, wujud dan makna didalam makanan tradisional Kerupuk Ladu, fungsi, perubahan kebudayaan, dan upaya pelestarian yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian Kerupuk Ladu. Panliten ini menggunakan teori folklor menurut James Danandjaja. Selain itu, juga menggunakan teori makna oleh Maryeni, teori fungsi oleh Bascom, teori perubahan kebudayaan dan upaya pelestarian oleh Koentjaraningrat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data didalam penelitian ini diperoleh dari teknik wawancara, observasi, dokumentasi, mencatat, merekam, dan transkripsi.
Hasil Penelitian ini menjelaskan awal mula Kerupuk Ladu yang muncul bersamaan dengan didirikannya Pasar Legi oleh Mbah Barnawi dan Mbah Muhammad Ali yang ditempatkan di sekitar Petilasan Mbah Barnawi. Namun karena beberapa hal hingga akhirnya dipindah ke wilayah Mbah Muhammad Ali tepatnya di Dusun Ketawang, Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Kerupuk Ladu hanya bisa didapatkan ketika Pasar Legi dilaksanakan yaitu di hari Jumat Legi. Kerupuk Ladu memiliki resep yang sudah turun-temurun dari jaman dahulu, dari bahan, alat yang digunakan, hingga cara membuat kerupuk ladu. Dalam proses pembuatan kerupuk ladu tersebut masih menggunakan alat dan cara masak tradisional. Dibalik bentuknya yang unik dan menjadi ciri khas Pasar Legi Jogosatru, juga mengandung makna/simbolis dilihat berdasarkan beberapa aspek diantara aspek sosiobudaya/kultural, aspek sosial religi, aspek sosial pariwisata, dan makna Kerupuk Ladu sebagai upaya meningkatkan ekonomi lokal. Kerupuk Ladu juga mempunyai fungsi yang bermanfaat seperti sebagai sistem proyeksi, pengesahan budaya, mendidik masyarakat dan sarana pengawas masyarakat agar mematuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat. Oleh karena itu adanya Kerupuk Ladu ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dan generasi yang akan datang bahwasanya makanan tradisional Kerupuk Ladu menjadi tanggung jawab mereka untuk melestarikan budaya warisan leluhur.
Kata Kunci : Makanan Tradisional, Kerupuk Ladu, Pasar Legi, Tintingan Folklor
Ladu Crackers is one of the traditional foods that characterizes Pasar Legi Jogosatru. Its unique shape is a differentiator from other traditional foods and only exists in Pasar Legi Jogosatru. This is the basis for researchers in choosing the object of the Ladu Crackers Traditional Food panliten. The purpose of this research is to find out how it began, the form and meaning in the traditional food of Ladu Crackers, functions, cultural changes, and preservation efforts that can be done to preserve Ladu Crackers. This research uses the theory of folklor according to James Danandjaja. In addition, it also uses the theory of meaning by Maryeni, the theory of function by Bascom, the theory of cultural change and preservation efforts by Koentjaraningrat. This research uses descriptive qualitative method. The data in this study were obtained from interview techniques, observation, documentation, notes, recording, and transcription.
The results of this study explain the beginning of Ladu Crackers which appeared at the same time as the establishment of Pasar Legi by Mbah Barnawi and Mbah Muhammad Ali which was placed around Mbah Barnawi's Petilasan. However, due to several reasons, it was finally moved to the area of Mbah Muhammad Ali, precisely in Ketawang Hamlet, Jogosatru Village, Sukodono Sub District, Sidoarjo District. Ladu crackers can only be found when Pasar Legi is held on Friday Legi. Ladu Crackers have a recipe that has been passed down from time immemorial, from the ingredients, tools used, to how to make Ladu Crackers. The process of making Ladu Crackers still uses traditional tools and cooking methods. Behind its unique shape and characteristic of Pasar Legi Jogosatru, it also contains meaning/symbolism based on several aspects including socio-cultural aspects, socio-religious aspects, social tourism aspects, and the meaning of ladu crackers as an effort to improve the local economy. Ladu Crackers also have useful functions such as a projection system, cultural validation, educating the community and a means of supervising the community to comply with the norms that apply in society. Therefore, the existence of Ladu Crackers is very beneficial for the community and future generations that the traditional food of Ladu Crackers is their responsibility to preserve the ancestral heritage culture.
Keywords: Traditional Food, Ladu Crackers, Pasar Legi, Review of Folklor