SMK
Kecantikan fase E memiliki CP Perkembangan Penerapan Teknologi dan Isu Global.
Pemanasan global relevan dengan penggunaan sunscreen seperti inovasi hybrid,
tinted, dan eco-friendly. Wawancara guru SMK 8 Surabaya menegaskan pentingnya
penguatan edukasi teknologi sunscreen agar siswa memahami tren, inovasi.
Metode yang digunakan adalah
penelitian kuasi. Penelitian lebih ditekankan pada implementasi model
pembelajaran PBL Berbantuan Media AR terhadap kemampuan Problem Solving dan
Self Efficacy pada penggunaan Suncscreen
siswa SMK. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dan kuesioner.
Sebelum pengambilan data, dilakukan uji validasi, realibilitas, dan analisis
butir soal. Kedua instrumen ini digunakan untuk saling melengkapi dan
memperkuat data penelitian sehingga didapat data yang valid.
Berdasarkan hasil ANOVA menunjukkan
bahwa Nilai F = 24,501 dengan dukungan nilai signifikansi (p value) sebesar
0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara
rata-rata kemampuan Problem Solving pada keempat kelompok. Kemudian pada
uji lanjutan post hoc Games-Howell, terlihat bahwa model pembelajaran PBL
berbantuan AR memberikan peningkatan
signifikan (Mean Difference = 13,6) terhadap kemampuan Problem Solving antara
kelompok Eksperimen-Pre dan Eksperimen-Post.
Hasil uji Paired Sample T-Test
menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara skor self-efficacy sebelum
dan sesudah perlakuan. Nilai perbedaan rata-rata adalah -19.271 dengan nilai t
= -12.716 yang didukung nilai signifikansi (p) sebesar 0.000 (p < 0.05).
Kata kunci : Problem based learning, Augmented reality,
Sunscreen, Problem solving, Self efficacy