Persepsi Guru Sekolah Dasar tentang Mata Pelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka
Elementary School Teachers Perceptions of IPAS Subject in the Merdeka Curriculum
Salah satu hal esensial pada Kurikulum Merdeka dalam rangka memperkuat kompetensi yang mendasar dan holistik siswa sekolah dasar adalah penggabungan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Kemunculan IPAS ini tentu saja menimbulkan banyak persepsi di kalangan guru. Oleh karena itu, penelitian ini dirasa perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi guru sekolah dasar terhadap pemahaman, implementasi, dan refleksi pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah tujuh orang yang terdiri dari guru kelas IV, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang berasal dari SD Negeri Guyangan, SD Negeri 1 Bagorkulon, dan SD Negeri 1 Banaranwetan, Kec Bagor, Nganjuk. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Miles & Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang beragam tentang IPAS pada Kurikulum Merdeka. Selain itu, guru juga mengimplementasikan pembelajaran IPAS dengan bervariasi sesuai dengan gambaran Kurikulum Merdeka yang dibuktikan dengan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang disusun cukup matang. Hasil penelitian juga menunjukkan refleksi guru selama menghadapi beragam hambatan, perasaan, dan harapan ke depannya tentang pembelajaran IPAS.
Kata Kunci: persepsi, IPAS, Kurikulum Merdeka
One of the essential things in the Merdeka Curriculum, to strengthen the fundamental and holistic competencies of elementary school students, is the combination of science and social studies subjects to become IPAS. The emergence of this IPAS certainly raises a lot of perceptions among teachers. Therefore, this research is deemed necessary to be carried out to know the perceptions of elementary school teachers on understanding, implementing, and reflecting on IPAS in the Merdeka Curriculum. This study uses a qualitative research approach with a case study method. There were seven informants in this study consisting of grade IV teachers, school principals, and school supervisors from SDN Guyangan, SDN 1 Bagorkulon, and SDN 1 Banaranwetan, Bagor District, Nganjuk. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used Miles & Huberman analysis techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion. The results of research studies show that teachers have diverse understandings of IPAS in the Merdeka Curriculum. In addition, the teacher also implements IPAS learning in a variety of ways according to the description of the Merdeka Curriculum as evidenced by the planning, implementation, evaluation, and reflection that are prepared quite well. The results of the study also show the teacher's reflections while facing various obstacles, feelings, and hopes for the future regarding IPAS learning.
Keywords: perceptions, IPAS, Merdeka Curriculum