Dharma Sajrone Kepemimpinan Serat Raja Kapa-Kapa: Tintingan Filologi
Dharma In The Leadership Of Serat Raja Kapa-Kapa: A Philologycal Study
ABSTRAK
DHARMA DALAM KEPEMIMPINAN SERAT RAJA KAPA-KAPA: KAJIAN FILOLOGI
Nama : Diksa Dewantoro
NIM : 21020114049
Prodi/Jurusan : S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Respati Retno Utami, S.Pd,. M.Pd.
Serat Raja Kapa-Kapa BR 337 merupakan wujud karya sastra Jawa klasik. Dari serat tersebut banyak memuat ajaran-ajaran tentang kepemimpinan. Dalam kepemimpinan tersebut banyak mengajarkan tata laku kebaikan. Tata laku kebaikan yang ada dalam kepemimpinan tersebut sama dengan konsep dharma. Dharma ini merupakan etika atau tata laku baik yang dikenal dalam Agama Hindu. Dalam tata laku dharma tersebut akan mengutamakan kebaikan dan kebenaran khususnya dalam kepemimpinan Serat Raja Kapa-Kapa BR 337. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan kajian filologi yang bertujuan untuk menjelaskan (1) deskripsi naskah; (2) transliterasi; (3) suntingan dan kritik teks; (4) terjemahan; dan (5) wujud kepemimpinan dalam Serat Raja Kapa-Kapa BR 337 dan (6) wujud dharma dalam kepemimpinan Serat Raja Kapa-Kapa BR 337. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode dheskriptif analitik. Serat Raja Kapa-Kapa BR 337 merupakan sumber data primer dalam penelitian ini, sedangkan sumber data dalam penelitian ini menggunakan artikel, buku, dan jurnal-jurnal yang sesuai dengan pembahasan. Tatacara yang diterapkan dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaiktu inventarisasi naskah dan studi pustaka.Lalu tatacara analisis data pada penelitian ini menggunakan alur filologi sendiri mulai dari deskripsi naskah, transliterasi, suntingan teks, terjemahan teks, dan analisis isi.
Hasil dari pembahasan dalam penelitian ini menghasilkan enam pembahasan. Pertama, diketahui kondisi fisik Naskah Serat Raja Kapa-Kapa BR 337. Kedua, menghasilkan alih aksara dari proses transliterasi. Ketiga, dari melakukan suntingan yang menggunakan edisi kritis ini mengetahui adanya 28 penyuntingan. Keempat, terjemahan dilakukan dengan konteks kalimat. Kelima, diketahui wujud kepemimpinan Serat Raja Kapa-Kapa BR 337 terdapat koordinasi, pengambilan keputusan, komunikasi, dan perhatian kepada bawahan. Dan yang terakhir menunjukkan dasar dharma yaitu ahimsa (tanpa kekerasan), satya (kabeneran), sauca (kemurnian) dan dama (pengendalian diri) yang dihubungkan dengan keempat konsep kepemimpinan dalam Serat Raja Kapa-Kapa BR 337.Berdasarkan dari hasil pembahasan dharma dalam kepemimpinan Serat Raja Kapa-Kapa, tata laku dharma ini menuntun kepemimpinan pada arah kebaikan dan kebenaran.
Kata kunci: Serat Raja Kapa-Kapa BR 337, filologi, kepemimpinan, dharma.
ABSTRACT
DHARMA IN THE LEADERSHIP OF SERAT RAJA KAPA-KAPA: A PHILOLOGICAL STUDY
Name : Diksa Dewantoro
Study Program : S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Faculty : Fakultas Bahasa dan Seni
Name of Intitution : Universitas Negeri Surabaya
Supervisor : Respati Retno Utami, S.Pd,. M.Pd.
Serat Raja Kapa-Kapa BR 337 is a form of classical Javanese literary work. This serat contains many teachings about leadership. Within its leadership teachings, there are many lessons on good behavior. These teachings on good behavior are in line with the concept of dharma. Dharma is an ethical guideline or code of good conduct known in Hinduism. In this concept of dharma, goodness and truth are prioritized, especially in the leadership described in Serat Raja Kapa-Kapa BR 337.Therefore, this study uses a philological approach with the aim of explaining: (1) a description of the manuscript; (2) transliteration; (3) text editing and criticism; (4) translation; (5) the form of leadership in Serat Raja Kapa-Kapa BR 337; and (6) the form of dharma within the leadership portrayed in Serat Raja Kapa-Kapa BR 337. This research is qualitative in nature, using a descriptive-analytic method. The primary data source of this study is Serat Raja Kapa-Kapa BR 337, while secondary data sources include articles, books, and journals relevant to the discussion.The procedures applied in this research include manuscript inventory and literature review. Data analysis follows the flow of philological methods, including manuscript description, transliteration, critical text editing, text translation, and content analysis.
The results of this study produced six key findings. First, the physical condition of the Serat Raja Kapa-Kapa BR 337 manuscript was identified. Second, the transliteration process yielded a readable Latin script version. Third, text editing using a critical edition revealed 28 textual corrections. Fourth, the translation was conducted with consideration of sentence context. Fifth, the form of leadership in Serat Raja Kapa-Kapa BR 337 includes coordination, decision-making, communication, and concern for subordinates. Lastly, the core principles of dharma—ahimsa (non-violence), satya (truth), sauca (purity), and dama (self-control)—are connected to the four leadership aspects in the Serat Raja Kapa-Kapa BR 337. Based on these findings, the dharma-based code of conduct in Serat Raja Kapa-Kapa guides leadership toward the path of virtue and truth.
Keywords: Serat Raja Kapa-Kapa BR 337, Philology, Leadership, Dharma