Praktik Kompetisi Dalam Implementasi Budaya Sekolah GA3 (Gerakan Asah, Asih, Asuh) Di SMPN 5 Sidoarjo
Competition Practices In The Implementation of GA3 School Culture (Asah, Asih, Asuh Movement) at SMPN 5 Sidoarjo
Budaya sekolah Gerakan Asah, Asih, Asuh (GA3) merupakan program yang baru dirancang dan diimplementasikan oleh pihak SMPN 5 Sidoarjo. Pada budaya sekolah ini dibentuk sebuah sistem praktik kompetisi dengan mengharuskan kelompok-kelompok GA3 berlomba-lomba melakukan kegiatan positif guna menambah poin GA3, serta terdapat punishment pengurangan poin GA3 bagi kelompok yang anggotanya melakukan pelanggaran. Akan tetapi ditemukan sebuah permasalahan yang dapat mengganggu dan menghambat jalannya kelompok GA3 untuk melakukan kegiatan positif guna menambah poin. Dari sini dapat dilihat bahwa interaksi sosial yang terjadi pada anggota kelompok dalam melakukan praktik kompetisi ini, tidak hanya mengarah kepada hubungan interaksi sosial asosiatif saja, tetapi juga menciptakan hubungan interaksi sosial disosiatif, yang berdampak pada jalannya kelompok GA3 dalam melakukan praktik kompetisi budaya sekolah GA3. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk praktik kompetisi dalam implementasi budaya sekolah Gerakan Asah, Asih, Asuh (GA3) di SMP Negeri 5 Sidoarjo dan mendeskripsikan dampak interaksi sosial pada praktik kompetisi budaya sekolah Gerakan Asah, Asih, Asuh (GA3) di SMP Negeri 5 Sidoarjo. Data yang diambil menggunakan metode wawancara mendalam. Penelitian ini melibatakan pihak guru tim pengembangan budaya sekolah GA3, guru pendamping kelompok GA3, dan ketua kelompok GA3. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif dengan penyajian data dalam bentuk deskriptif naratif. Bentuk kegiatan positif yang paling sering dilakukan kelompok GA3 dalam berpartisipasi melakukan praktik kompetisi adalah kegiatan membersihkan area lingkungan sekolah, seperti musholla, toilet, dan perpustakaan, kegiatan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun), serta kegiatan berbagi. Kegiatan praktik kompetisi budaya sekolah GA3 dapat dikatakan telah berjalan dengan semestinya, Akan tetapi, tidak menutup fakta bahwa terdapat permasalahan yang dapat menghambat jalannya kelompok GA3. Praktik kompetisi budaya sekolah GA3 akan menciptakan interaksi sosial diantara anggota kelompok GA3. Interaksi sosial asosiatif yang terjadi adalah kerjasama, dimana dengan semangat kerjasama dapat berdampak memberikan dorongan untuk terus melakukan berbagai kegiatan positif. Selanjutnya adalah akomodasi, dengan akomodasi berdampak membuat anggota kelompok GA3 saling introspeksi dan menjadikannya sebuah proses untuk viii memperbaiki kinerja kelompok menjadi lebih baik. Selain itu, juga terdapat interaksi sosial disosiatif yaitu kontravensi, aklibat dari permasalahan yang terjadi berdampak membuat kelompok GA3 tidak dapat konsisten dan bersatu untuk saling bekerjasama melakukan kegiatan positif. Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai rekomendasi penguatan pembelajaran IPS, materi sosiologi pada kelas VII terkait bab interaksi sosial dan lembaga sosial.
Kata kunci : Kompetisi, Budaya sekolah GA3, Interaksi Sosial
The Asah, Asih, Foster Movement (GA3) school culture is a program newly designed and implemented by SMPN 5 Sidoarjo. In this school culture, a competitive practice system was formed by requiring GA3 groups to compete in positive activities to increase GA3 points, and there was punishment for reducing GA3 points for groups whose members committed violations. However, a problem was found that could disrupt and hinder the GA3 group from carrying out positive activities to add points. From this it can be seen that the social interaction that occurs among group members in carrying out this competition practice, not only leads to associative social interaction relations, but also creates dissociative social interaction relationships, which has an impact on the course of the GA3 group in carrying out GA3 school cultural competition practices. This study aims to describe the form of competition practices in implementing the school culture of the Asah, Asih, Asuh Movement (GA3) in SMP Negeri 5 Sidoarjo and to describe the impact of social interaction on the practice of school culture competition Asah, Asih, Foster Movement (GA3) in SMP Negeri 5 Sidoarjo . Data taken using in-depth interview method. This research involved the teacher of the GA3 school culture development team, the accompanying teacher of the GA3 group, and the head of the GA3 group. Data analysis in this study used interactive analysis techniques by presenting data in a descriptive narrative form. The form of positive activity most often carried out by the GA3 group in participating in the practice of the competition is cleaning up the school environment, such as prayer rooms, toilets and libraries, 5S activities (smiles, greetings, greetings, politeness and manners), and sharing activities. It can be said that the GA3 school cultural competition practice activities have been running as they should. However, this does not rule out the fact that there are problems that can hinder the progress of the GA3 group. The practice of GA3 school cultural competition will create social interaction among GA3 group members. The associative social interaction that occurs is cooperation, where the spirit of cooperation can have an impact on giving encouragement to continue to carry out various positive activities. Next is accommodation, with accommodation having an impact on making GA3 group members introspective on each other and making it a process to improve group performance for the better. Apart from that, there is also dissociative social interaction, namely contravention, the consequences of the x problems that occur have an impact on making the GA3 group unable to be consistent and united to cooperate with each other in carrying out positive activities. This research can also be used as a recommendation to strengthen social studies learning, sociology material in class VII related to the chapter on social interaction and social institutions.
Keywords : Competition, GA3 School Culture, social interaction