PEWARISAN PERTUNJUKAN WAYANG TOPENG JATIDUWUR DI SANGGAR TRI PURWO BUDOYO JATIDUWUR KESAMBEN JOMBANG
THE INHERITANCE OF THE JATI DUWUR MASK PUPPET SHOW AT THE TRI PURWO BUDOYO JATI DUWUR ART STUDIO IN KESAMBEN, JOMBANG
Penelitian ini membahas Pewarisan Pertunjukan Wayang Topeng Jatiduwur di Sanggar Tri Purwo Budoyo, Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, pada rentang waktu 2000–2024. Kesenian ini sudah diturunkan secara turun temurun dan tidak hanya dalam lingkungan keluarga tapi kesenian ini juga sudah diajarkan diberbagai lembaga. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan sistem pewarisan yang berlangsung di sanggar Tri Purwo Budoyo. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori sistem pewarisan dari Cavalli-Sforza dan Feldman 1981 yang membagi pewarisan budaya menjadi tiga bentuk: vertikal (dari orang tua ke anak), horizontal (antar anggota komunitas), dan diagonal (melalui institusi pendidikan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menemukan pola dan makna dalam sistem pewarisan. Validasi data dilakukan dengan metode triangulasi sumber, teknik, dan waktu guna memastikan keakuratan dan kredibilitas informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Tri Purwo Budoyo telah menerapkan ketiga sistem pewarisan tersebut secara simultan untuk mempertahankan dan mengembangkan kesenian Wayang Topeng Jatiduwur. Dokumentasi dan regenerasi melalui anak-anak menjadi strategi utama dalam menjaga kesinambungan kesenian ini.
This study discusses the inheritance of Jatiduwur Mask Puppet performances at the Tri Purwo Budoyo Studio, Jatiduwur Village, Kesamben District, Jombang Regency, between 2000 and 2024. This art form has been passed down from generation to generation, not only within families but also taught in various institutions. The focus of this research is to describe the inheritance system that takes place at the Tri Purwo Budoyo studio. The research uses a qualitative descriptive approach with the inheritance system theory from Cavalli-Sforza and Feldman 1981, which divides cultural inheritance into three forms: vertical (from parents to children), horizontal (between community members), and diagonal (through educational institutions). Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing to identify patterns and meanings within the inheritance system. Data validation was performed using triangulation of sources, techniques, and time to ensure the accuracy and credibility of the information obtained. The research results show that Sanggar Tri Purwo Budoyo has implemented all three inheritance systems simultaneously to preserve and develop the art of Wayang Topeng Jatiduwur. Documentation and regeneration through children are the main strategies in maintaining the continuity of this art form.