Penggunaan Media Animasi untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Lingkungan Peserta Didik SMP Negeri 4 Waru
The Use of Animation Media to Improve Environmental Literacy Skills of Students of SMP Negeri 4 Waru
Literasi lingkungan ialah kemampuan mengartikan keadaan lingkungan dan mengatasi permasalahannya. Pentingnya literasi lingkungan sejak dini berbanding terbalik dengan tingkat literasi lingkungan peserta didik di Indonesia yang secara kumulatif masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini memanfaatkan media animasi untuk meningkatkan kemampuan literasi lingkungan. Hal ini dilandasi oleh teori kode ganda yang berasumsi bahwa daya ingat akan lebih kuat apabila informasi disajikan secara verbal dan visual. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil literasi lingkungan dan respons peserta didik SMP Negeri 4 Waru setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media animasi. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan one-group pretest-posttest design yang dilakukan di SMP Negeri 4 Waru pada Januari 2025. Teknik pengumpulan data penelitian melalui pembagian instrumen literasi lingkungan dan respons peserta didik. Pengolahan data menggunakan analisis n-gain, uji normalitas, uji hipotesis, dan skala likert. Berdasarkan hasil analisis n-gain, penggunaan media animasi meningkatkan kemampuan literasi lingkungan sebesar 0,19 dengan kriteria peningkatan rendah. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji t berpasangan, terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis skala likert, persentase respons rata-rata sebesar 88,39% dan mayoritas peserta didik sangat setuju dengan penggunaan media animasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil literasi lingkungan peserta didik mengalami peningkatan setelah penggunaan media animasi dan peserta didik memberikan respons sangat setuju terhadap penggunaan media animasi.
Kata Kunci: Media Animasi, Literasi Lingkungan, Respons Peserta Didik
Environmental literacy is the ability to interpret environmental conditions and address environmental problems. The importance of environmental literacy from an early age contrasts with the level of environmental literacy among students in Indonesia, which cumulatively still requires improvement. This research utilized animation media to enhance environmental literacy skills. This is based on the dual coding theory, which posits that memory recall is stronger when information is presented both verbally and visually. The aim of this study was to describe the environmental literacy outcomes and student responses at SMP Negeri 4 Waru after participating in learning using animation media. This research employed a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design, conducted at SMP Negeri 4 Waru in January 2025. Data collection techniques involved the distribution of environmental literacy instruments and student response questionnaires. Data analysis included n-gain analysis, normality testing, hypothesis testing, and Likert scale analysis. The results of the n-gain analysis indicated that the use of animation media improved environmental literacy skills by 0.19, categorized as low improvement. Based on the hypothesis testing using a paired t-test, a significant difference was found between pretest and posttest scores. The analysis of the Likert scale data showed an average response percentage of 88.39%, with the majority of students strongly agreeing with the use of animation media. The conclusions of this research are that students' environmental literacy outcomes showed improvement after the use of animation media, and students expressed strong agreement with the use of animation media.
Keywords: Animation Media, Environmental Literacy, Student Responses