Persepsi Pengurus dan Anggota terhadap Ketidakhadiran Pemimpin Perempuan di Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro Universitas Negeri Surabaya
Perceptions of Administrators and Members Towards the Absence of Female Leaders at the Bojonegoro Student Communication Forum, Surabaya State University
FKMB Unesa adalah organisasi mahasiswa daerah di Unesa yang berasal dari Bojonegoro. Sejak terbentuknya, belum ada perempuan yang berada ditampuk kepemimpinan yang tertinggi dalam struktur organisasi yaitu ketua umum. Perempuan hanya menduduki posisi yang kurang strategis, seperti wakil ketua umum, bendahara, sekretaris, atau kepala departemen. Maka dari itu, dapat ditarik rumusan masalah dalam penelitian yaitu: (1) Bagaimana persepsi pengurus dan anggota FKMB Unesa terhadap ketidakhadiran perempuan menjadi pemimpin. (2) Apa faktor penghambat tidak terpilihnya perempuan sebagai pemimpin di FKMB Unesa?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif naratif. Data dari penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, Focus Group Discussions (FGD), observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini merupakan pengurus dan anggota FKMB Unesa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurus laki-laki, pengurus perempuan dan anggota laki-laki memiliki anggapan laki-laki lebih cocok menjai ketua umum. Perempuan dianggap tidak cocok menjadi ketua umum karena perempuan dianggap tidak memiliki kemampuan menjadi pemimpin sehingga menghambat kelajuan organisasi, perempuan dianggap emosianal ketika menjalankan peran kepemimpinan, perempuan tidak ditakdirkan untuk menjadi pemimpin, perempuan terhambat oleh jarak dan waktu, perempuan tidak berwibawa, perempuan tidak memiliki kemauan menjadi pemimpin, dan perempuan tidak cocok sebagai top leader, serta perempuan tidak fleksibel untuk menjadi pemimpin. Sedangkan anggota perempuan dalam organisasi beranggapan bahwa perempuan layak dan memiliki hak menjadi ketua umum. Karena dalam praktik yang ada, anggota perempuan lebih merasa terayomi dengan ketua umum perempuan, dalam lingkup kecil yakni perempuan yang menempati posisi kepala departemen dirasa berhasil memimpin anggota di bawahnya.
Faktor penyebab tidak hadirnya pemimpin perempuan yakni disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari diri perempuan sendiri yakni perempuan tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk menjadi ketua umum. Sedangkan faktor ekstrernal yakni berasal dari lingkungan dan budaya organisasi. Perempuan memiliki peluang terpilih lebih rendah dari pada laki-laki. Untuk menjadi ketua umum, perlu kekuatan mental dan fisik untuk mengkoordinir organisasi dalam cakupan wilayah yang luas dan jarak yang jauh. Perempuan dianggap kurang bisa memobilisasi organiasi dibandingkan dengan laki-laki. Alasan lain yakni terkait perempuan yang masih berstatus mahasiswa dan masih terikat dengan peraturan orang tua yakni adanya batasan jam malam. Dalam rekam jejak kepengurusan, perempuan dianggap kurang berwibawa dan terlalu berat bebannya jika menjadi ketua umum. Setelah kepengurusan berakhir, masih ada forum DPK, ketua umum masih memiliki tanggung jawab kepada kepengurusan selanjutnya dan kepada alumni. Dalam hal ini perempuan dianggap kurang cakap dan kurang komunikatif, maka dari itu perempuan dianggap kurang cocok untuk menjadi ketua umum.
Kata Kunci: Persepsi, Ketidakhadiran Pemimpin Perempuan, Penghambat.
FKMB Unesa is a regional student organization in Unesa originating from Bojonegoro. Since its formation, there has been no woman who is at the highest leadership in the organizational structure, namely the general chairman. Women only occupy less strategic positions, such as vice chairmen, treasurers, secretaries, or department heads. Therefore, the formulation of the problem can be drawn in the study, namely: (1) How is the perception of the management and members of FKMB Unesa on the absence of women to be leaders. (2) What are the inhibiting factors for the non-election of women as leaders in FKMB Unesa? This study used narrative descriptive qualitative research method. Data from this study was obtained from interviews, Focus Group Discussions (FGD), Observation and Documentation. The informan in this study are administrators and members of FKMB Unesa.
The results showed that male administrators, female administrators and male members had a presumption that men were more suitable to be the general chairman. Women are considered unsuitable to be general chairmen because women are considered not to have the ability to be leaders so that they hinder the speed of the organization, women are considered emotional when carrying out leadership roles, women are not destined to be leaders, women are hampered by distance and time, women are not authoritative, women do not have the will to be leaders, and women are not suitable as top leaders, and women are not flexible to be leader. While female members in the organization think that women are worthy and have the right to be general chairman. Because in existing practice, female members feel more protected by female general chairmen, in a small scope, namely women who occupy the position of department heads are considered successful in leading members under them.
The factors causing the absence of women leaders are caused by internal factors and external factors. Internal factors come from women themselves, namely women do not have the will and ability to become general chairmen. While external factors come from the environment and organizational culture. Women have a lower chance of being elected than men. To become a general chairman, it takes mental and physical strength to coordinate the organization in a wide area and long distances. Women are considered less able to mobilize organizations compared to men. Another reason is related to women who are still students and are still bound by parental regulations, namely the curfew limit. In the management track record, women are considered less authoritative and too heavy a burden if they become general chairmen. After the management ends, there is still a DPK forum, the general chairman still has responsibilities to the next management and to alumni. In this case, women are considered less capable and less communicative, therefore women are considered less suitable to be general chairmen.
Keywords: Perception, Absence of Women Leaders, Inhibitors.