Pengaruh Media WAPOLI terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Prososial Anak Usia Dini.
The Effect of WAPOLI Learning Media on the Critical Thinking Skills and Prosocial Behavior of Young Children
Eny Damayanti. Pengaruh Media WAPOLI terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Prososial Anak Usia Dini. Tesis. Surabaya: Program Pascasarjana Pendidikan Anak Usia Dini. 2026.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media WAPOLI (Wayang Monopoli) terhadap kemampuan berpikir kritis dan perilaku prososial anak usia 5–6 tahun. Keterbaruan penelitian ini terletak pada pengembangan media WAPOLI yang mengintegrasikan permainan edukatif berbasis wayang dan monopoli dengan muatan nilai moderasi beragama untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan perilaku prososial secara simultan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 30 anak Kelompok B RA Perwanida Ketintang Surabaya yang terdiri atas 15 anak kelompok eksperimen dan 15 anak kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Tests of Between-Subjects Effects pada General Linear Model (MANOVA), serta PERMANOVA (Permutational Multivariate Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media WAPOLI berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis (F = 57,823; p = 0,000) dan perilaku prososial (F = 41,050; p = 0,000). Hasil PERMANOVA juga menunjukkan bahwa media WAPOLI berpengaruh signifikan secara simultan terhadap kemampuan berpikir kritis dan perilaku prososial (Pseudo-F = 28,97; R² = 0,50851; p = 0,001). sehingga Ho ditolak dan Ha juga diterima. Dengan demikian, media WAPOLI efektif digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan perilaku prososial anak usia 5–6 tahun.
Kata kunci: WAPOLI, Wayang Monopoli, kemampuan berpikir kritis, perilaku prososial, anak usia dini.
ABSTRACT
Eny Damayanti. The Effect of WAPOLI Learning Media on the Critical Thinking Skills and Prosocial Behavior of Young Children. Thesis. Surabaya: Early Childhood Education Postgraduate Program. 2026.
This study aimed to examine the effect of the WAPOLI (Wayang Monopoli) learning media on the critical thinking skills and prosocial behavior of children aged 5–6 years. The novelty of this study lies in the development of the WAPOLI learning media, which integrates an educational board game based on traditional wayang and Monopoly with the values of religious moderation to simultaneously stimulate critical thinking skills and prosocial behavior in early childhood. This study employed a quantitative approach using a Nonequivalent Control Group Design. The participants consisted of 30 children in Group B at RA Perwanida Ketintang Surabaya, including 15 children in the experimental group and 15 children in the control group. Data were collected using observation sheets that had met validity and reliability requirements. The data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, Tests of Between-Subjects Effects within the General Linear Model (MANOVA), and Permutational Multivariate Analysis of Variance (PERMANOVA). The results indicated that the WAPOLI learning media had a significant effect on children's critical thinking skills (F = 57.823; p < 0.001) and prosocial behavior (F = 41.050; p < 0.001). The PERMANOVA results also revealed that WAPOLI had a significant simultaneous effect on critical thinking skills and prosocial behavior (Pseudo-F = 28.97; R² = 0.50851; p = 0.001). These findings indicate that WAPOLI is effective in simultaneously improving children's critical thinking skills and prosocial behavior.. In conclusion, WAPOLI is an effective and innovative learning medium for enhancing the critical thinking skills and prosocial behavior of children aged 5–6 years.
Keywords: WAPOLI, Wayang Monopoli, critical thinking skills, prosocial behavior, early childhood.