Evaluasi Program Teaching Factory SMK Pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di Surabaya
Evaluation Of Teaching Factory Program For Vocational High School In Machining Techniques In Surabaya
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek melakukan peningkatan pendidikan SMK melalui penyelenggaraan program SMK Pusat Keunggulan. Salah satu program yang dijalankan adalah teaching factory. Teaching Factory adalah model pembelajaran yang memadukan pencapaian kompetensi kurikulum sekolah dan proses produksi sesuai prosedur dan standar dunia kerja. Dalam pelaksanaan suatu program perlu diadakan evaluasi untuk mengukur seberapa jauh tingkat kesesuaian pelaksanaan dengan pedoman yang telah ditentukan.
Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat kesesuaian pelaksanaan program dengan pedoman pelaksanaan teaching factory dan mengetahui faktor pendukung, penghambat, dan solusi dalam pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Model evaluasi yang digunakan adalah Illuminative model yang bersifat komprehensif. Variabel yang digunakan adalah lima parameter pelaksanaan teaching factory terdiri dari tata kelola, pembelajaran berbasis produk, sumber daya manusia, sarana prasarana dan hubungan mitra kerja. Data dikumpulkan menggunakan angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan teaching factory pada lima variabel menghasilkan nilai 91,98% dengan kategori sangat sesuai. Hasil evaluasi penelitian ini menyatakan implementasi teaching factory pada program keahlian teknik pemesinan di SMK Kristen Petra Surabaya dapat dilanjutkan dengan beberapa saran atau solusi untuk perbaikan. Solusi dari faktor penghambat yang diberikan antara lain penempelan instruksi kerja, pengadaan jalur kerja, pengadaan materi praktik dari jasa, pengadaan pembelajaran sistem blok, penambahan jumlah pengelola/instruktur, pengadaan kartu MRC, dan job order secara berkelanjutan.
Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek is improving vocational high school education through the Vocational High School Center of Excellence program. One of the programs implemented is the teaching factory. A teaching factory is a learning model that integrates the achievement of school curriculum competencies with production processes in accordance with workplace procedures and standards. Evaluation of a program's implementation is essential to measure the extent to which it aligns with established guidelines.
The purpose of this study was to measure the level of compliance of the program implementation with the teaching factory implementation guidelines and to identify supporting factors, obstacles, and solutions. This study employed quantitative and qualitative approaches. The evaluation model used was the comprehensive Illuminative model. The variables used were five parameters of teaching factory implementation: governance, product-based learning, human resources, infrastructure, and partner relationships. Data were collected using questionnaires, observations, interviews, and documentation.
The results of the study stated that the implementation of the teaching factory on five variables produced a value of 91.98% with a very appropriate category. The results of this research evaluation stated that the implementation of the teaching factory in the mechanical engineering expertise program at SMK Kristen Petra Surabaya could be continued with several suggestions or solutions for improvement. Solutions to the inhibiting factors provided included attaching work instructions, procuring work paths, procuring practical materials from services, procuring block system learning, increasing the number of managers/instructors, procuring MRC cards, and continuous job orders.