Ketangguhan Mental dan Kecemasan Olahraga pada Atlet Remaja: Analisis Berdasarkan Jenis Kelamin
Mental Toughness and Sport Anxiety in Adolescent Athletes: A Gender Specific Analysis
Karena erat kaitannya dengan performa atlet, stabilitas emosional, dan kesejahteraan psikologis, kesehatan mental remaja merupakan topik penting dalam psikologi olahraga. Menggunakan pendekatan korelasi kuantitatif, penelitian ini menyelidiki hubungan antara kecemasan olahraga dan ketahanan mental pada atlet muda dianlisis berdasarkan jenis kelamin. Dua kuesioner standar digunakan dalam studi ini: Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ) dan Sport Anxiety Scale (SAS). Pemilihan purposif digunakan untuk memilih 190 peserta secara total, dan sampel penelitian terdiri dari atlet remaja berusia 15-19 tahun dari berbagai cabang olahraga kompetitif. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 26 dan uji korelasi Pearson. Hasil menunjukkan bahwa kecemasan olahraga dan ketahanan mental memiliki korelasi yang kuat dan positif, menunjukkan bahwa ketahanan mental memengaruhi respons kecemasan kognitif adaptif pada pemain remaja. Temuan ini secara teoritis mendukung model psikologis ketahanan mental dan meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana kecemasan berfungsi sebagai persiapan emosional dalam konteks olahraga kompetitif. Pelatih, psikolog olahraga, dan fasilitas pelatihan atlet dapat memanfaatkan temuan penelitian ini secara praktis untuk mengembangkan program intervensi psikologis yang menyeimbangkan manajemen kecemasan dan pembentukan kesehatan mental.
Given its strong association with athletes’ performance outcomes, emotional balance, and overall mental health, adolescent well-being has become a growing concern in sports psychology.Using a quantitative correlational approach, this research investigates the connection between young athletes' mental toughness and sport anxiety. Two standardized surveys were used in this study: the Sport Anxiety Scale (SAS) and the Sport Mental Toughness Questionnaire (SMTQ). Purposive selection was used to pick 116 participants in total, and the research sample was made up of 15–19-year-old adolescent athletes from a range of competitive sports. The data was analyzed using SPSS version 26 software and Pearson's correlation test. The results showed that sport anxiety and mental toughness were strongly and favorably correlated, indicating that mental toughness affects adolescent players' adaptive competitive anxiety responses. These findings theoretically support the psychological model of mental toughness and increase our understanding of how anxiety functions as a kind of emotional preparation in the context of competitive sports. Coaches, sports psychologists, and athlete training facilities may utilize the research's findings realistically to inform the development of psychological intervention programs that strike a balance between anxiety management and mental toughness building.