Analisis Tanda Visual Pada Karakter Perempuan Agent Skye dalam Game FPS Valorant
Analysis of Visual Signs on the Female Character Agent Skye in the FPS Game Valorant
Nama : Mutia Nur Fadlilah
NIM : 18021264036
Program Studi : S-1 Desain Komunikasi Visual
Jurusan : Desain
Fakultas : Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : M. Ariffudin Islam, S.Sn., M.Sn.
Tahun : 2025
Game First Person Shooter (FPS) populer yang dikembangkan oleh Riot Games bernamakan Valorant dikenal dengan elemen taktisnya dan banyaknya karakter atau agent yang bervariasi. Salah satu karakter yang menarik adalah Agent Skye, seorang perempuan initiator Australia yang digambarkan kuat, mandiri, dan dekat dengan alam. Representasi yang menantang stereotip gender dalam video game diberikan oleh desain visual dan latar belakangnya, dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terkandung dalam karakter Agent Skye dalam game First Person Shooter Valorant. Selain itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana identitas gender dan budaya yang terdapat dalam karakter Agent Skye ditunjukkan melalui tanda-tanda visual seperti penampilan, pakaian, aksesoris, dan kemampuan, serta elemen yang berkaitan dengan gameplay. Dalam penelitian karakter Agent Skye dilakukan penelitian dengan mengamati secara langsung dalam game dan menggunakan sumber data pendukung, seperti artikel dan jurnal, digunakan sebagai metode deskriptif kualitatif dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar visual Agent Skye menggambarkan perempuan yang kuat dan mandiri dengan tubuh atletis dan pakaian praktis, seperti celana kargo dan crop top hijau dengan motif daun. Desain karakter ini bertentangan dengan steriotip yang digunakan dalam video game, yang sering menekankan daya tarik seksual terhadap karakter video game perempuan. Menurut analisis makna, Skye digambarkan sebagai perempuan dengan tubuh atletis dan pakaian yang fungsional, yang menunjukkan kekuatan, kemandirian, dan keberanian. Sebaliknya, Skye menggunakan mitos untuk menceritakan kisah tentang perempuan modern yang tidak terpengaruh oleh stereotip gender yang menggambarkan bahwa perempuan itu lembut atau ada ketergantungan. Selain itu, elemen visual yang terdapat dalam karakter Agent Skye, seperti aksesoris yang terbuat dari bahan alami dan hewan ikonik seperti burung elang, harimau Tasmania, dan entitas berbentuk ubur-ubur serta kekuatan penyembuhan, yang memperkuat representasi karakter dari Agent Skye yang berasal dari kebudayaan Australia. Dari penelitian ini menunjukan, cara karakter perempuan di game dapat mewakili inklusif gender serta budaya dan memberikan pengalaman yang lebih beragam dalam bermain bagi pemainnya.
Kata kunci : Agent Skye, semiotika, Roland Barthes, visual game, representasi gender.
Name : Mutia Nur Fadlilah
Study Program :Bachelor's Degree in Visual Communication Design
Major : Design
Faculty : Language and Arts
Institution Name : Universitas Negeri Surabaya
Supervisor : M. Ariffudin Islam, S.Sn., M.Sn.
Year : 2025
The popular First Person Shooter (FPS) game developed by Riot Games called Valorant is known for its tactical elements and a wide variety of characters or agents. One of the interesting characters is Agent Skye, an Australian initiator depicted as strong, independent, and close to nature. The representation that challenges gender stereotypes in video games is provided by her visual design and background. Using Roland Barthes' semiotic theory, this research aims to investigate the denotation, connotation, and myth contained in the character Agent Skye in the First Person Shooter game Valorant. Furthermore, the aim of this research is to understand how the gender and cultural identity present in the character Agent Skye is depicted through visual signs such as appearance, clothing, accessories, and abilities, as well as elements related to gameplay. In the character study of Agent Skye, research was conducted by directly observing the game and using supporting data sources, such as articles and journals, as a qualitative descriptive method in the research. The research results show that the visual depiction of Agent Skye portrays a strong and independent woman with an athletic body and practical clothing, such as cargo pants and a green crop top with a leaf pattern. The design of this character contradicts the stereotypes used in video games, which often emphasize the sexual appeal of female video game characters. According to the meaning analysis, Skye is depicted as a woman with an athletic body and functional clothing, which demonstrates strength, independence, and bravery. On the contrary, Skye uses mythology to tell the story of a modern woman who is not influenced by gender stereotypes that depict women as gentle or dependent. Additionally, the visual elements present in the character of Agent Skye, such as accessories made from natural materials and iconic animals like eagles, Tasmanian tigers, and jellyfish-shaped entities with healing powers, reinforce the representation of Agent Skye's character, which is rooted in Australian culture. From this research, it shows how female characters in games can represent gender and cultural inclusivity and provide a more diverse playing experience for their players.
Keywords: Agent Skye, semiotics, Roland Barthes, visual game, gender representation.