STRATEGI BRANDING MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA MEMBANGUN BRAND EQUITY SEKOLAH
( Studi Multisitus di SMP Negeri 3 Krian dan SMP Negeri 1 Prambon Kabupaten Sidoarjo )
SOCIAL MEDIA BRANDING STRATEGIES TO BUILD SCHOOL BRAND EQUITY (A Multisite Study at SMP Negeri 3 Krian and SMP Negeri 1 Prambon, Sidoarjo Regency)
Yekti Eriani. 2025. Strategi Branding Melalui Media Sosial dalam Upaya Membangun
Brand Equity Sekolah (Studi Multisitus di SMP Negeri 3 Krian dan SMP Negeri 1 Prambon
Kabupaten Sidoarjo). Tesis. Program Studi S2 Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu
Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya. Pembimbing: (I) Dr. Kaniati Amalia, M.Pd.
dan (II) Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
strategi branding melalui media sosial dalam membangun brand equity sekolah pada dua
sekolah negeri, yaitu SMP Negeri 3 Krian dan SMP Negeri 1 Prambon di Kabupaten
Sidoarjo.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan
multisitus, mengacu pada lima dimensi Brand Equity menurut David A. Aaker (1991):
Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, Brand Loyalty, dan Proprietary Brand
Asset. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan
dokumentasi digital pada akun resmi Instagram dan YouTube kedua sekolah. Analisis
dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
secara komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah memanfaatkan media
sosial sebagai sarana strategis dalam membangun citra dan persepsi publik, meskipun
berada pada tingkat kedewasaan branding yang berbeda. SMP Negeri 3 Krian
menampilkan konsistensi visual yang lebih kuat, kualitas konten yang lebih profesional,
pengelolaan narasi yang terarah, serta keterlibatan publik yang tinggi sehingga
menghasilkan brand equity yang lebih matang pada semua dimensi. Sebaliknya, SMP
Negeri 1 Prambon berada pada tahap berkembang dengan kekuatan pada nilai religius,
kedisiplinan, dan suasana sekolah yang kondusif, namun masih perlu penguatan pada
aspek identitas visual, konsistensi publikasi, dan diferensiasi citra.
Penelitian ini menegaskan bahwa strategi branding digital berperan penting dalam
membangun ekuitas merek sekolah, meningkatkan persepsi kualitas, memperkuat
loyalitas publik, dan menciptakan identitas yang mudah dikenali. Implikasi penelitian
menunjukkan perlunya penyusunan pedoman identitas visual, penguatan tim kreatif
sekolah, serta dukungan kebijakan pendidikan dalam pengembangan branding digital di
sekolah negeri.
Kata kunci: Branding Sekolah, Media Sosial, Brand Equity, Strategi Digital, Multisitus
Yekti Eriani. 2025. Social Media Branding Strategies to Build School Brand Equity (A
Multisite Study at SMP Negeri 3 Krian and SMP Negeri 1 Prambon, Sidoarjo Regency). Thesis.
Master of Educational Management Program, Faculty of Education, Universitas Negeri
Surabaya. Advisors: (I) Dr. Kaniati Amalia, M.Pd. and (II) Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd.
This study aims to analyze social media branding strategies in building school brand equity at two
public junior high schools, SMP Negeri 3 Krian and SMP Negeri 1 Prambon, in Sidoarjo Regency,
Indonesia.
The research employs a descriptive qualitative approach using a multisite design and is
grounded in David A. Aaker’s (1991) Brand Equity framework, which consists of five key
dimensions: Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, Brand Loyalty, and
Proprietary Brand Assets. Data were collected through in-depth interviews, direct observations,
and digital documentation from the official Instagram and YouTube accounts of both schools. Data
analysis was carried out through data reduction, data display, and drawing conclusions in a
comprehensive manner.
The findings indicate that both schools utilize social media as a strategic tool to shape their
institutional image and influence public perception, although they operate at different levels of
branding maturity. SMP Negeri 3 Krian demonstrates stronger visual consistency, more
professional content production, coherent narrative management, and higher public engagement,
resulting in more developed brand equity across all dimensions. In contrast, SMP Negeri 1
Prambon is in a growing phase, characterized by strengths in religious values, discipline, and a
supportive learning environment, but requires improvement in visual identity consistency,
publication regularity, and brand differentiation.
This research confirms that digital branding plays a crucial role in building school brand
equity, enhancing perceived quality, strengthening public loyalty, and creating a recognizable
institutional identity. The study implies the need for visual identity guidelines, the strengthening
of school creative teams, and supportive educational policies to advance digital branding practices
in public schools.
Keywords: School Branding, Social Media, Brand Equity, Digital Strategy, Multisite Study