Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Labschool UNESA 3
Abstrak
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dirancang dengan memberikan fleksibilitas dalam implementasinya sesuai dengan kebutuhan siswa. Kurikulum Merdeka tentu menjadi satu tantangan baru bagi sekolah untuk merancang sendiri kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dari siswa. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan evaluasi atau peninjauan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah, salah satunya di SMP Labschool UNESA 3 (Spelabsa). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses implementasi Kurikulum Merdeka di Spelabsa. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu penelitian evaluasi dengan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan model evaluasi CIPP yang terdiri dari empat komponen yaitu Context, Input, Process dan Product. Hasil penelitian sebagai berikut : Evaluasi Context: Kesiapan dalam implementasi Kurikulum Merdeka di Spelabsa dieksplorasi dalam dua aspek yaitu kesiapan isi kurikulum dan kesiapan awal guru yang telah dipersiapkan oleh Spelabsa. Evaluasi Input: Strategi yang dilakukan Spelabsa dalam implementasi Kurikulum Merdeka yaitu dengan memenuhi kebutuhan sarana prasarana sekolah. Evaluasi Process: Pengorganisasian pembelajaran di Spelabsa dieksplorasi pada dua aspek yaitu pengorganisasian pembelajaran berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 262/M/2022 dan berdasarkan rencana kegiatan pembelajaran. Pengorganisasian pembelajaran belum sepenuhnya sesuai dengan dengan Keputusan Mendikbud Nomor 262/M/2022, pembelajaran intrakurikuler belum sepenuhnya berpusat pada siswa dan kegiatan P5 belum dialokasikan 25% jam pelajaran/tahun. Evaluasi Product: Hasil dari implementasi Kurikulum Merdeka belum dapat diidentifikasi secara komprehensif karena membutuhkan waktu dan penilaian yang lebih mendalam.
Kata kunci: Kurikulum Merdeka, CIPP, evaluasi implementasi kurikulum
Abstract
The Merdeka Curriculum is a curriculum designed by providing flexibility in its implementation according to student needs. The Merdeka Curriculum is certainly a new challenge for schools to design their own curriculum tailored to the needs of students. Based on this, it is necessary to evaluate or review the implementation of the Merdeka Curriculum in schools, one of which is at SMP Labschool UNESA 3 (Spelabsa). This study aims to identify the implementation process of the Merdeka Curriculum at Spelabsa. The type of research conducted is evaluation research with qualitative methods. This study uses the CIPP evaluation model which consists of four components, namely Context, Input, Process and Product. The research results are as follows: Context Evaluation: Readiness in implementing the Merdeka Curriculum at Spelabsa is explored in two aspects, namely the readiness of curriculum content and the initial readiness of teachers prepared by Spelabsa. Input Evaluation: The strategy carried out by Spelabsa in implementing the Merdeka Curriculum is to meet the needs of school infrastructure. Process Evaluation: The organization of learning at Spelabsa is explored in two aspects, namely the organization of learning based on the Decree of the Minister of Education and Culture Number 262 / M / 2022 and based on the learning activity plan. The organization of learning is not yet fully in accordance with the Decree of the Minister of Education and Culture No. 262/M/2022, intracurricular learning is not yet fully student-centered and P5 activities have not been allocated 25% lesson hours/year. Product Evaluation: The results of the implementation of Merdeka Curriculum cannot be identified comprehensively because it requires time and a more in-depth assessment.
Keywords: Merdeka Curriculum, CIPP, curriculum implementation evaluation