THE USE OF MAXIM OF MANNER IN ASSERTIVE ILLOCUTIVE SPEECH ACTS IN THE LUDRUK PERFORMANCE "BAPAK POLAH ANAK KEPRADAH" BY IRAMA BUDAYA ON THE YOUTUBE CHANNEL CAK DURASIM.
Penelitian mengenai Penggunaan Maksim Cara dalam Tindak Tutur Ilokusi Asertif pada Pertunjukan Ludruk Bapak Polah Anak Kepradah bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan maksim cara, khususnya pematuhan dan penyimpangan maksim cara dalam tindak tutur ilokusi asertif pada pertunjukan ludruk Bapak Polah Anak Kepradah karya Irama Budaya yang ditayangkan di kanal YouTube Cak Durasim. Data penelitian berupa tuturan antartokoh dalam pertunjukan ludruk tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoretis sebagai tambahan kajian mengenai penggunaan bahasa dalam pertunjukan ludruk, serta manfaat praktis sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik berdasarkan teori Prinsip Kerja Sama Grice. Data dikumpulkan menggunakan metode simak bebas libat cakap dengan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan empat bentuk pematuhan maksim cara, empat bentuk penyimpangan maksim cara, serta tujuh jenis tindak tutur ilokusi asertif dengan jumlah keseluruhan 83 data, yang terdiri atas 47 data pematuhan dan 36 data penyimpangan maksim cara. Penggunaan maksim cara dipengaruhi oleh tujuan komunikatif penutur untuk menjaga kejelasan dan kelancaran komunikasi, sedangkan penyimpangan maksim cara digunakan sebagai strategi pragmatik untuk menciptakan humor, menghidupkan suasana, dan menyampaikan kritik sosial dalam pertunjukan kesenian ludruk.
Kata kunci: pematuhan, penyimpangan, maksim cara, tindak tutur ilokusi asertif, pragmatik, ludruk.
This study on the Use of Manner Maxims in Assertive Illocutionary Acts in the Ludruk Performance Bapak Polah Anak Kepradah aims to describe the forms of manner maxim usage, specifically compliance with and deviation from manner maxims in assertive illocutionary acts in the ludruk performance Bapak Polah Anak Kepradah by Irama Budaya, which was broadcast on Cak Durasim’s YouTube channel. The research data consists of utterances exchanged between characters in the ludruk performance. This study is expected to provide theoretical benefits as a contribution to research on language use in ludruk performances, as well as practical benefits as a reference for future research. This study employs a qualitative descriptive method with a pragmatic approach based on Grice’s Cooperative Principles. Data were collected using the free observation method with note-taking techniques. The results show that four forms of compliance with the maxim of manner, four forms of deviation from the maxim of manner, and seven types of assertive illocutionary acts were identified, with a total of 83 data points, consisting of 47 instances of compliance and 36 instances of deviation from the maxim of manner. The use of the maxim of manner is influenced by the speaker’s communicative goal of maintaining clarity and fluency in communication, while deviations from the maxim of manner are used as pragmatic strategies to create humor, liven up the atmosphere, and convey social criticism in ludruk performances.
Keywords: compliance, deviation, maxims of manner, assertive illocutionary acts, pragmatics, ludruk.