Tulisan ini membahas tentang eksplorasi degradasi manusia yang digambarkan dalam film Wall-E (2008). Sebagai manusia, harkat dan martabat manusia akan menjadi lebih baik bagi masyarakat, namun dalam film ini manusia sudah kehilangan harkat dan martabatnya sehingga membuat dirinya terpuruk. Kisah Wall-E dan Eve akan membantu manusia mendapatkan kembali rasa kemanusiaannya. Penelitian ini menggunakan teori representasi Michael O’Connor (1985) yang merupakan representasi simbolik dalam karya sastra. Penulis mengumpulkan data dari menonton film secara kritis dan mencatat pesan penting yang tersirat dalam film tersebut. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif untuk mengungkap tema dan simbolisme dari teori representasi simbolik yang memudahkan penulis menganalisis adegan-adegan kunci dan peristiwa cerita dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap macam-macam degradasi manusia yang terjadi dalam cerita tersebut seperti penurunan lingkungan, fisik, sosial, dan psikologis. Film ini berfungsi sebagai kritik terhadap budaya konsumen modern dan ketergantungan teknologi, menawarkan pesan yang kuat tentang pentingnya tanggung jawab lingkungan dan hubungan antarmanusia.
This paper discusses about the exploration of human degradation depicted in film Wall-E (2008). As humans, human dignity will be better for the society but in this film, humans already loss their dignity which make them become downgrade. The story of Wall-E and Eve will help humans to regain their humanity. This research use representation theory by Michael O’Connor (1985) which symbolic representation in literature. The writer collects the data from watch movie critically and takes notes for the important message that implied on that film. This study will use qualitative method to reveal theme and symbolism from symbolic representation theory ease the writer to analyze key scenes and story events in that film. Aims of this study to reveal kinds of human degradation that happened in that story such as environmental, physical, social, and psychological decline. The film serves as a critique of modern consumer culture and technological dependence, offering a powerful message about the importance of environmental responsibility and human connection