Penggunaan metode pembelajaran
konvensional yang berpusat pada guru seringkali menghambat perkembangan
keterampilan berpikir kreatif siswa, terutama pada pembelajaran Geografi di SMA
Kartika IV-3 Surabaya, khususnya topik vulkanisme. Siswa menunjukkan pemahaman
rendah dan keterlibatan belajar yang minim, dipengaruhi oleh suasana kelas yang
monoton. Untuk mengatasi hal tersebut, media pembelajaran inovatif seperti
infografis digital dinilai potensial menciptakan pengalaman belajar yang
menarik, interaktif, dan mampu merangsang pemikiran kreatif.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengembangkan serta mengevaluasi kelayakan dan efektivitas media infografis
digital berbasis model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan
Evaluasi) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Metode yang
digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol
non-ekuivalen. Subjek penelitian terdiri dari 110 siswa kelas X yang dibagi
menjadi tiga kelompok: eksperimen 1 (menggunakan infografis bertahap),
eksperimen 2 (mengembangkan infografis komprehensif), dan kontrol (tanpa
penggunaan infografis). Teknik pengumpulan data meliputi tes berpikir kreatif
dan angket respon siswa, sedangkan analisis data menggunakan uji ANOVA satu
arah dan perhitungan N-Gain .
Hasil penelitian menunjukkan media infografis digital
memperoleh kelayakan tinggi dari ahli media (92,5%) dan ahli materi (89%).
Terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (Sig. = 0,000 < 0,05), dengan
nilai N-Gain tertinggi pada kelompok eksperimen 1 (0,84), disusul
eksperimen 2 (0,50), dan kontrol (0,42). Simpulan menunjukkan bahwa infografis
digital efektif meningkatkan berpikir kreatif siswa dan layak diintegrasikan
dalam pembelajaran Geografi maupun materi visual lainnya.
Kata Kunci : Infografis
Digital, Keterampilan Berpikir Kreatif, Vulkanisme, Pembelajaran Geografi.