PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING, PENGELUARAN PEMERINTAH, KETERBUKAAN EKONOMI, DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
THE INFLUENCE OF FOREIGN DIRECT INVESTMENT, GOVERNMENT EXPENDITURE, TRADE, AND INFLATION ON ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA
Penelitian ini menganalisis pengaruh Penanaman Modal Asing (Foreign Direct Investment/FDI), Pengeluaran Pemerintah, Keterbukaan Perdagangan, dan Inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 1980–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder tahunan yang bersumber dari World Development Indicators Bank Dunia, yang dianalisis menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, keempat variabel makroekonomi tersebut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang didukung oleh nilai Adjusted R² sebesar 76,17%, sehingga menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan hubungan jangka pendek dan jangka panjang secara efektif. Secara parsial, FDI berpengaruh positif namun tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa investasi asing belum berperan sebagai pendorong pertumbuhan yang konsisten akibat keterbatasan struktural dan kapasitas penyerapan. Pengeluaran Pemerintah menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, yang mengimplikasikan bahwa belanja yang tidak efisien atau berorientasi konsumsi cenderung menekan pertumbuhan ekonomi. Keterbukaan Perdagangan tidak berpengaruh signifikan, mencerminkan bahwa struktur perdagangan Indonesia yang masih bergantung pada impor membatasi kontribusinya terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Inflasi menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan, yang menandakan bahwa ketidakstabilan harga melemahkan daya beli dan kinerja perekonomian. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sensitif terhadap inefisiensi fiskal dan tekanan inflasi, serta belum sepenuhnya memperoleh manfaat dari liberalisasi perdagangan dan investasi. Oleh karena itu, diperlukan reformasi kebijakan untuk mengarahkan FDI ke sektor-sektor produktif, meningkatkan efisiensi belanja publik, memperkuat daya saing ekspor, serta menjaga stabilitas inflasi. Penguatan kerangka kebijakan makroekonomi yang terintegrasi melalui koordinasi kebijakan fiskal, moneter, investasi, dan perdagangan sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2020–2024 menjadi kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Kata Kunci: Penanaman Modal Asing, Pengeluaran Pemerintah, Keterbukaan Ekonomi, Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Indonesia.
This study analyzes the influence of Foreign Direct Investment (FDI), Government Expenditure, Trade Openness, and Inflation on Indonesia’s economic growth during the 1980–2024 period. Using a quantitative descriptive approach, annual secondary data from the World Bank’s World Development Indicators were analyzed through the Error Correction Model (ECM). The results show that simultaneously, all four macroeconomic variables significantly affect Indonesia’s economic growth, supported by an Adjusted R² value of 76.17%, indicating the model effectively explains both short-term and long-term relationships. Partially, FDI has a positive but insignificant effect, suggesting that foreign investment has not yet served as a consistent growth driver due to structural and absorptive capacity constraints. Government Expenditure shows a negative and significant effect in both the short and long term, implying that inefficient or consumption-oriented spending tends to suppress growth. Trade Openness has an insignificant impact, reflecting that Indonesia’s import-dependent trade structure limits its contribution to sustainable growth. Inflation demonstrates a negative and significant effect, indicating that price instability erodes purchasing power and weakens economic performance. These findings highlight that Indonesia’s economic growth remains sensitive to fiscal inefficiency and inflationary pressures while benefiting less from trade and investment liberalization. Therefore, policy reforms are required to direct FDI toward productive sectors, improve the efficiency of public spending, strengthen export competitiveness, and maintain stable inflation. Reinforcing an integrated macroeconomic policy framework coordinating fiscal, monetary, investment, and trade strategies as outlined in the RPJMN 2020–2024 is essential to achieve sustainable and inclusive economic growth.
Keywords: Foreign Direct Investment, Government Expenditure, Economic Openness, Inflation, Economic Growth, Indonesia