MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP
BRAIN-BASED LEARNING DALAM UPAYA MENCIPTAKAN
SEKOLAH RAMAH ANAK (STUDI MULTISITUS DI SD GEMALA ANANDA JAKARTA DAN SD WIDYA WIYATA SIDOARJO)
MANAJEMEN MUTU PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP-PRINSIP BRAIN BASED LEARNING DALAM UPAYA MENCIPTAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK (STUDI MULTISITUS SD GEMALA ANANDA JAKARTA DAN SD WIDYA WIYATA SIDOARJO)
Nama : Izma Bonita Sari
NIM : 23010845086
Program Studi : Manajemen Pendidikan
Fakultas : Fakultas Ilmu Pendidikan
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing I : Dr. Amrozi Khamidi, M.Pd
Pembimbing II : Dr. Kaniati Amalia, M.Pd
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen mutu pembelajaran berbasis prinsip Brain-Based Learning (BBL) dalam upaya menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA). Pendekatan ini merupakan inovasi yang masih jarang dijadikan fokus utama dalam studi pendidikan di Indonesia, di mana sebagian besar kajian SRA masih terfokus pada aspek kebijakan, lingkungan fisik, dan partisipasi orang tua. Padahal, integrasi prinsip BBL yang berlandaskan pemahaman tentang cara kerja otak, sangat relevan untuk mendukung perkembangan holistik anak—baik secara kognitif, emosional, sosial, maupun fisik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan multisitus di dua sekolah dasar, yakni SD Widya Wiyata (Sidoarjo) dan SD Gemala Ananda (Jakarta). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen mutu pembelajaran berbasis BBL berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Kedua sekolah mengintegrasikan prinsip BBL dalam seluruh proses manajerial pembelajaran—meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi—dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan unik peserta didik.
Meskipun memiliki pendekatan yang berbeda, kedua sekolah berhasil membangun sistem pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada anak, yang menekankan pada kesejahteraan emosional dan keterlibatan aktif siswa. Evaluasi mutu dilakukan secara reflektif dan kolaboratif, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan menjadi instrumen utama dalam pengembangan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi prinsip BBL dalam manajemen mutu pembelajaran merupakan strategi efektif dan transformatif dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga ramah dan memberdayakan anak secara utuh.
Kata Kunci: Manajemen Mutu, Brain-Based Learning, Sekolah Ramah Anak, Pembelajaran Holistik, Pendidikan Dasar
LEARNING QUALITY MANAGEMENT BASED ON BRAIN-BASED LEARNING IN THE EFFORT TO CREATE CHILD-FRIENDLY SCHOOLS (A MULTISITE STUDY AT GEMALA ANANDA JAKARTA AND SD WIDYA WIYATA SIDOARJO)
Department : Manajemen Pendidikan
Faculty : Fakultas Ilmu Pendidikan
Institution Name : Universitas Negeri Surabaya
First Advisor : Dr. Amrozi Khamidi, M.Pd
Second Advisor : Dr. Kaniati Amalia, M.Pd
This study aims to explore the implementation of quality management in learning based on Brain-Based Learning (BBL) principles as an effort to realize Child-Friendly Schools (CFS). The integration of BBL into CFS remains a relatively underexplored area in Indonesian educational research, which has mostly focused on policy, physical environment, and parental involvement. In contrast, BBL emphasizes the brain’s natural learning processes and supports holistic child development—cognitive, emotional, social, and physical—making it highly relevant to the goals of CFS.
This research employed a qualitative multisite case study approach, conducted at two elementary schools: SD Widya Wiyata (Sidoarjo) and SD Gemala Ananda (Jakarta). Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that the integration of BBL principles into quality learning management significantly contributes to creating safe, inclusive, and engaging learning environments. Both schools demonstrated that BBL can be effectively incorporated into planning, organizing, implementing, and evaluating learning processes, tailored to the unique characteristics and needs of each learner.
Despite employing different strategies, both institutions successfully implemented adaptive, child-centered systems that prioritize students’ emotional well-being and active engagement. The evaluation process was reflective, collaborative, and involved all stakeholders, functioning not only as an assessment tool but also as a catalyst for continuous improvement. This study concludes that integrating BBL into quality learning management is a transformative strategy for developing schools that excel academically while fostering a nurturing and empowering environment for holistic child development.
Keywords: Quality Management, Brain-Based Learning, Child-Friendly Schools, Holistic Education, Elementary Education