Motif Masyarakat Kelurahan Sumber Rejo Membentuk Kelurahan Tangguh Bencana
The Motives of The Sumber Rejo Village Community in Forming a Disaster-Resistant Village
Kebencanaan dipandang sebagai peristiwa yang menakutkan. Masyarakat kehidupan dan penghidupan dapat terganggu dengan adanya bencana. Mitigasi menjadi langkah awal dalam mempersiapkan diri pada kebencanaan. Kelurahan Sumber Rejo menjadi kelurahan yang telah membentuk kelurahan tangguh bencana (keltana), disaat tidak semua kelurahan membentuk. Tujuan penelitian yang dilakukan yakni, mengetahui kondisi objektif masyarakat Kelurahan Sumber Rejo, Mengidentifikasi motif sebab masyarakat membentuk keltana, Mengidentifikasi motif tujuan masyarakat membentuk keltana, dan Menganalisis motif masyarakat membentuk keltana. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teori yang relevan kualitatif dan pendekatan fenomenologi yakni, motif sosial Alfred Schutz untuk menggali motif sebab dan tujuan masyarakat dalam membentuk keltana. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Model analisis yang digunakan yakni, reduksi data, penyajian data, dan Conclusion Drawing/Verification. Hasil penelitian menunjukan terbentuknya keltana berakar dari kesadaran masyarakat pada peristiwa kebencanaan. Peristiwa kebencanaan mengantarkan masyarakat pada kesadaran individu, dari kesadaran individu terbentuknya kesadaran kolektif dengan tujuan membentuk keltana. Proses tersebut tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan sebagai bentuk pendidikan kritis masyarakat, terutama dalam peristiwa kebencanaan yang dialami Kelurahan Sumber Rejo. Keltana Sumber Rejo menunjukan bahwa terbentuk dari kesadaran kolektif masyarakat terutama dari kebencanaan yang sering dialami.
Disasters are seen as frightening events. Community life and livelihoods can be disrupted by disasters. Mitigation is the first step in preparing for disasters. Sumber Rejo Village is a village that has formed a kelurahan tangguh bencana (keltana), while not all villages have formed keltana. The objectives of the research are to determine the objective conditions of the Sumber Rejo Village community, identify the motives for forming keltana, identify the motives for forming keltana, and analyze the motives for forming keltana. The type of research used is qualitative with a phenomenological approach. The relevant qualitative theory and phenomenological approach are Alfred Schutz's social motives to explore the motives for causing and aiming the community in forming keltana. Data were obtained from in-depth interviews, observation, and documentation. The analysis model used is data reduction, data presentation, and Conclusion Drawing/Verification. The results of the study show that the formation of keltana is rooted in community awareness of disaster events. Disaster events lead communities to individual awareness, from individual awareness to the formation of collective awareness with the aim of forming keltana. This process is inseparable from the socialization carried out as a form of critical community education, particularly in response to the disaster experienced by Sumber Rejo Village. Keltana Sumber Rejo shows that it was formed from the collective awareness of the community, especially from the disasters that are often experienced.