ABSTRAK
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOPARTIKEL TEMBAGA EKSTRAK DAUN PEPAYA JEPANG (Cnidoscolus aconitifolius) SEBAGAI BIOREDUKTOR DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Nanopartikel tembaga merupakan partikel logam berukuran 1-100 nm yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan variasi optimum dan karakteristik nanopartikel tembaga hasil sintesis menggunakan bioreduktor ekstrak daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius ) serta menentukan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji S.aureus dan E.coli . Berdasarkan hasil skrining senyawa, ekstrak daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) mengandung senyawa alkaloid, fenolik, dan flavonoid yang berfungsi sebagai senyawa pereduksi logam. Nanopartikel tembaga disintesis menggunakan metode green synthesis melalui reaksi reduksi larutan CuSO4 .5H2 O dengan ekstrak daun pepaya jepang. Nanopartikel tembaga hasil sintesis kemudian dioptimasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan variasi 1:1, 1:2, 1:3, dan 1:4 serta pH larutan dengan variasi 6, 7, 8, 9, 10, 11 dan 12. Selanjutnya, dilakukan karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FTIR, PSA, XRD, dan SEM-EDX. Untuk uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum nanopartikel tembaga diperoleh pada perbandingan CuSO4 .5H2 O dan ekstrak daun pepaya jepang 1:1 pada pH 10. Nanopartikel tembaga hasil sintesis memiliki panjang gelombang maksimum 324 nm dan ukuran rata-rata partikel 35,17 nm dengan indeks polidsipersitas 0,2656. Spektrum FTIR menunjukkan adanya gugus fungsional Cu-O pada bilangan gelombang 594 cm-1 . Puncak difraktogram XRD menunjukkan karakterisitik khas nanopartikel tembaga pada 2θ: 32,57o ; 35,60o ; 38,72o ; 48,91o ; 53,32o ; 61,67o ; 68,02o ; dan 72,51o . Morfologi permukaan nanopartikel tembaga berdasarkan hasil analisis SEM-EDX tidak seragam dan mengalami aglomerasi dengan konsentrasi unsur Cu 46.11%, O 32.82%, dan C 17.64%. Nanopartikel tembaga menunjukkan aktivitas antibakteri yang tergolong kuat terhadap bakteri S. aureus dan tergolong sangat kuat terhadap bakteri E. coli dengan diameter hambatan masing-masing 12,46 mm dan 30,03 mm.
Kata Kunci : Antibakteri, bioreduktor, biosintesis, karakterisasi, nanopartikel tembaga.